Berita NTT

Aliansi Solidaritas untuk Marosi Ungkap Masalah Lahan di Besipae- TTS

Aliansi Solidaritas untuk Marosi (Lamboya) melakukan aksi demo ke Gedung DPRD NTT. Mereka menyampaikan salah satu masalah lahan

Aliansi Solidaritas untuk Marosi Ungkap Masalah Lahan di Besipae- TTS
POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU
Kelompok Tani melakukan aksi demo di Gedung DPRD NTT, Senin (24/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG -- Aliansi Solidaritas untuk Marosi (Lamboya) melakukan aksi demo ke Gedung DPRD NTT. Mereka menyampaikan salah satu masalah lahan di Besipae, Kabupaten TTS.‎

Pantauan POS-KUPANG.COM, Senin (24/9/201‎8) sekitar pukul 10:45 Wita,para pendemo yang tergabung dalam Aliansi Solidaritas untuk Marosi (Lamboya) ini tiba di Gedung DPRD NTT.

Baca: 74 Anak Paskibraka Sumba Barat Daya Belum Terima Honor! Mereka Datangi Dispora SBD

Baca: Dana Awal Kampanye Parpol di Malaka Berkisar Rp 200 Ribu Sampai Rp 2 Juta

Mereka dipimpin Koordinator Lapangan, Matias Kayun dan Koordinator Umum,
Dominikus Karangora,

Mereka dikawal aparat kepolisian dan Sat Pol PP Provinsi NTT.
Hanya beberapa saat saja di luar gedung, mereka langsung dipersilahkan masuk ke Aula Kelimutu Gedung DPRD NTT.

Mereka langsung diterima Wakil Ketua DPRD NTT, Yunus Takandewa.
Saat dialog, Aliansi Solidaritas untuk Marosi mengungkapkan salah satu masalah, selain kematian Poro Duka, yakni masalah lahan di Besipae, TTS.

"Kami mau sampaikan masalah di Pubabu, Kecamatan Amanuban Selatan, TTS. Ada kasus sejak 2008 dan sampai saat ini belum ada pengakuan soal hak atas lahan di Besipae," ujar salah satu warga

Koordinator Lapangan, Matias Kayun mengatakan, kasus di Besipae sudah berlangsung sejak 2008, namun belum diselesaikan oleh Pemprov NTT. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help