Berita NTT

Pilpres 2019! Ada Fenomena Perlawanan Internal di Parpol

Pengamat Politik, Dr. Ahmad Atang, M.Si mengatakan, fenomena dukung-mendukung pasangan calon (Paslon) pada pilpres mendatang

Pilpres 2019! Ada Fenomena Perlawanan Internal di Parpol
Dok
Drs. Ahmad Atang, M.Si

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS KUPANG. COM/ KUPANG --- Pengamat Politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, M.Si mengatakan, fenomena dukung-mendukung pasangan calon (Paslon) pada pilpres mendatang merupakan hal yang wajar dalam politik.

Kondisi ini merujuk pada konsep politik yang terkait langsung dalam memahami politik adalah persepsi publik terhadap figur.

Baca: DPD Golkar NTT Dukung Dana Optimalisasi Dikembalikan ke Pemerintah

Baca: Ini Alasan Pembangunan Taman Doa di TTU Belum Dimulai

Ahmad menyampaikan hal ini, Minggu (23/9/2018).

Ia diminta tanggapannya terkait dukung-mendukung dalam pilpres 2019 mendatang. Pasalnya, ada kader partai yang tidak mendukung Paslon yang diusung partainya.

Menurut Ahmad, saat ini nampak ada kasus banyaknya kepala daerah yang mendukung Jokowi sementara partainya mendukung Prabowo. " Jika dilihat dari aspek hirarkhis organisasi politik maka tindakan tersebut merupakan perlawanan internal.

Ini tentu menunjukkan adanya pembangkangan politik yang dilakukan oleg kader partai," kata Ahmad.

Dijelaskan, semakin tinggi ekspektasi publik terhadap figur tertentu, maka positif akan mendorong publik memberikan dukungan kepadanya, begitu juga sebaliknya.

"Dengan demikian, dari dua figur yang akan bertarung pada pilpres mendatang menampak fenomena partisan politik lokal memberi dukungan yang berbeda dengan sikap koalisi partai di pusat," katanya.

Dikatakan, meski kondisi itu terjadi, namun harus juga dipahami bahwa demokrasi saat ini telah bergeser dari demokrasi representatif ke demokrasi partasipatif.

" Begitu juga dari demokrasi institusi ke demokrasi individu, maka kader daerah lebih melihat figur Jokowi bukan partai. Figuritas memainkan peran penting dalam membangun image politik untuk meraih dukungan," katanya.

Faktor lain, lanjut Ahmad, dimana politik merupakan sesuatu yang sangat kontekstual, maka ketika konteks lokal lebih menguntungkan untuk mendukung Jokowi, maka tidak ada pilihan lain untuk melawan arus sehingga kepentingan lokallah menjadi alasan pembangkangan yang dilakukan oleh kader di daerah.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved