Berita NTT

Pemilu 2019 Jangan Pasang APK Sembarangan

‎Bawaslu NTT mengingatkan kepada seluruh peserta pemilu 2019 agar tidak memasang alat peraga kampanye (APK) secara sembarangan. ‎

Pemilu 2019 Jangan Pasang APK Sembarangan
POS-KUPANG.COM/Oby Lewanmeru
KPU NTT, Bawaslu NTT dan peserta pemilu 2019 melepas burung merpati pada saat deklarasi kampanye damai di Halaman Kantor Gubernur NTT, Sabtu (22/9/2018) 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM/KUPANG --- ‎Bawaslu NTT mengingatkan kepada seluruh peserta pemilu 2019 agar tidak memasang alat peraga kampanye (APK) secara sembarangan. ‎ Selain APK, peserta pemilu juga harus saling menghargai satu sama lainnya.
‎Ketua Bawaslu NTT, Thomas M. Djawa menyampaikan hal ini kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (23/9/2018).

‎Menurut Thomas, APK yang dipasang di ruang publik, adalah APK yang dipasang dengan difasilitasi oleh KPU atau yang ditentukan oleh KPU. "APK itu baik jumlah, ukuran dan lokasi harus dikoordinasikan dengan KPU sehingga semuanya tidak menyalahi aturan. Jadi peserta pemilu tidak seenaknya pasang sembarangan APK," kata Thomas.

Baca: Lembata Siap Dukung Revolusi Hijau Gubernur NTT Viktor Laiskodat

Baca: Bawaslu NTT Ingatkan Perangkat Desa dan Kelurahan Jangan Dilibatkan Saat Kampanye

Dia juga menjelaskan, sebelum berkampanye, peserta pemilu harus menginformasikan atau menyurati kepolisian setempat dan juga Bawaslu setempat.

"Peserta pemilu yang hendak berkampanye harus menyurati polisi di setiap tingkatan. Surat pemberitahuan yang sama juga harus disampaikan ke Bawaslu di setiap tingkatan," katanya.

Sedangkan soal kampanye media, Thomas mengakui, kampanye media baru akan dilakukan pada H-21 sebelum pemilu.

Terkait pengawasan, ia mengatakan, Bawaslu NTT dan seluruh jajaran sampai ke pengawas desa dan kelurahan menyatakan siap mengawasi pelaksanaan pemilu 2019.

"Bawaslu mulai dari Bawaslu NTT, Bawaslu kabupaten dan kota, pengawas kecamatan, pengawas desa dan kelurahan telah siap mengawasi pelaksanaan kampanye pemilu 2019. Sebagai pengawas, kami dari semua tingkatan siap mengawal kampanye

Pemilu 2019," katanya.

Lebih lanjut dikatakan, pelaksanaan kampanye akan dimulai pada 23 September 2018- 13 April 2019. ‎Karena itu, setelah mengikuti tahapan-tahapan hingga berakhir pada penetapan DCT.

Bawaslu NTT, menurut Thomas memberi apresiasi kepada KPU NTT yang menginisiasi pelaksanaan kampanye damai sebagai bentuk pencegahan.
Lebih lanjut dikatakan, komitmen damai harus ditujukan dengan kampanye damai dan dengan kampanye bukan saja ‎untuk menarik hati rakyat, namun lebih dari pada itu adalah sebagai bentuk pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

"Karena itu peserta pemilu kampanye damai, kami harapkan, hindari ‎politik uang,hoax dan kampanye hitam Kami tegaskan, aturan kampanye sudah diatur dalam peraturan KPU. (*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help