Berita NTT

Lembata Siap Dukung Revolusi Hijau Gubernur NTT Viktor Laiskodat

"Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lembata sudah siap mendukung program Revolusi Hijau Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Lembata Siap Dukung Revolusi Hijau Gubernur NTT Viktor Laiskodat
POS KUPANG.COM/FRANS KROWIN
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat memberi keterangan pers di Bukit Cinta, Sabtu (22/9/2018) sore. 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- "Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Lembata sudah siap mendukung program Revolusi Hijau Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Salah satunya, menyukseskan penanaman kelor yang akan dicanangkan oleh Gubernur Laikodat untuk Kabupaten Lembata pada Sabtu (29/9/2018), pekan depan."

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur mengatakan hal tersebut ketika ditemui Pos Kupang.Com di Lewoleba, Minggu (23/9/2018).

Baca: Bawaslu NTT Ingatkan Perangkat Desa dan Kelurahan Jangan Dilibatkan Saat Kampanye

Dikatakannya, Gubernur Viktor Laiskodat akan segera berkunjung ke Lembata. Kunjungan Gubenur Laiskodat itu untuk menghadiri acara puncak Festival 3 Gunung yang akan dilangsungkan pada Sabtu (29/9/2018) mendatang.

Dalam kunjungannya tersebut, lanjut Bupati Sunur, Gubernur Laiskodat akan menanam 7354 anakan kelor. Penanaman kelor tersebut sebagai simbol pencanangan revolusi hijau di NTT yang alan dimulai dari Kabupaten Lembata.

Mengenai misteri dari angka 7354 itu, Bupati Sunur mengatakan, angka itu sebagai cikal bakal lahirnya Otonomi Lembata saat ini. "Angka 7354 itu merupakan tanda lahir Lembata pada 7 Maret 1954 silam," ungkap Bupati Sunur.

Dia mengatakan, dalam kunjungannya nanti, Gubernur Laiskodat juga akan memanen bawang merah yang sedang dibudidayakan di daerah tersebut. Bila tak ada halangan, maka Gubernur akan melakukan panen perdana bawang di Desa Lamatuka, Kecamatan Lebatukan.

Jika waktu tak memungkinkan, lanjut Bupati Sunur, maka panen bawang itu akan dilakukan di Kuma Resort. Di Kuma Resort juga sedang dibudidayakan bawang merah oleh Rudi Ismail, petani bawang merah asal Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). (*)


Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help