Berita Kabupaten Sikka Terkini

Cermati Pagu Minus, Seluruh Pejabat Bimas Katolik NTT Dikumpulkan di Maumere

Pagu belanja minus menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan 50 orang pejabat eselon IV Bimas Katolik dan Pendidikan Katolik kabupaten/kota se-NTT

Cermati Pagu Minus, Seluruh Pejabat Bimas Katolik NTT Dikumpulkan di Maumere
POS-KUPANG.COM/Eginius Mo'a
Peserta pertemuan Rakor Bimas Katolik dan Bincang Pendidikan Katolik se-Provinsi NTT di Hotel Capa, Maumere, Jumat (21/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Eginius Mo'a

POS-KUPANG.COM, MAUMERE - Pagu belanja minus menjadi salah satu sorotan dalam pertemuan 50 orang pejabat eselon IV Bimas Katolik dan Pendidikan Katolik kabupaten/kota se-NTT di Hotel Capa, Maumere, Pulau Flores, Provinsi NTT yang berakhir, Sabtu (22/9/2018).

"Pertemuan ini menemukan solusi percepatan pelaksanaan anggaran yang sampai bulan September belum mencapai 60 persen. Pagu minus menjadi salah satu bahasan untuk ditemukan solusinya," kata Kepala Bidang Pendidikan Agama Katolik Kanwil Kementerian Agama NTT, Seingo Bili, S.Pd,M.M, kepada POS-KUPANG.COM, Sabtu (22/9/2018).

Seingo menjelaskan rapat koordinasi Bimas Katolik dan bincang pendidikan Katolik ini juga mencermati wilayah yang kelebihan anggaran untuk direlokasi ke wilayah yang kekurangan anggaran. Permindahan ini diakui Seingo dimungkinkan oleh aturan dan telah ada mekanisme.

Baca: Febri Menangis Gara-gara Didesak Jadi TKI di Malaysia

Menurut Seingo, penyumbang terbesar rendahnya serapan anggaran belanja adalah pembangunan gedung SMAK di Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Pulau Solor dan Adonara di Kabupaten Flores Timur. Total anggaran pembangunan gedung di tiga lokasi itu sekitar Rp 6 miliar lebih.

"Target serapan belanja untuk semua kegiatan sampai akhir tahun anggaran 2018 sekitar 95 persen. Sisa waktu tiga bulan mendatang harus dikebut," kata Seingo.

Baca: Soal Penataan Ruang Terbuka Hijau dan Jalan, Fraksi PDI-P Minta Diskusi Lanjutan

Seingo menambahkan pertemuan ini juga menemukan solusi agar pagu minus dan pagu lebih tidak terjadi berulang setiap tahun.

"Kita cari soluasinya supaya tidak muncul hal yang sama pada tahun berikutnya. Jangan setiap tahun kita menemukan kejadian yang sama lagi," ujar Seingo.

Pertemuan berlangsung sejak Kamis menghadirkan narasumber RD. Yanuarius Hilarius Role, S.Fil, M.Th.Lic, Drs. Yakobus Beda Kleden, M.M, Seingo Bili, S.Pd, M.M, Yohanes Dwimbo Kamil S.Sos, M.Si, Yohanes Baptiste Seja, S.Fil, H. Hasan Manuk S.Pd, M.Pd, dan Kakanwil Kementrian Agama NTT, Drs. Sarman Marselinus. (*)

Penulis: Servan Mammilianus
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help