Berita Kota Kupang

Pileg 2019, Jika ada Caleg Koruptor, Maka Pilihan Tergantung Rakyat

Apabila dengan adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang membolehkan adanya caleg mantan napi koruptor

Pileg 2019, Jika ada Caleg Koruptor, Maka Pilihan Tergantung Rakyat
PK/ALWY
Dr. John Tuba Helan

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru

POS-KUPANG.COM|KUPANG --- "Apabila dengan adanya putusan Mahkamah Agung (MA) yang membolehkan adanya caleg mantan napi koruptor, maka nanti kembali pada rakyat, karena pada pemilu, rakyatlah yang menentukan pilihan,"

Hal ini disampaikan Pengamat Hukum Administrasi Negara dari Undana, Dr. John Tuba Helan,S.H,M.Hum kepada POS-KUPANG.COM, di Gedung DPRD NTT, Jumat (21/9/2018).

John dimintai tanggapan soal adanya putusan MA, yang membatalkan PKPU, tentang syarat calon legislatif, maka KPU diminta mengakomodir bacaleg mantan koruptor, bandar narkoba dan kejahatan seksual pada anak.

"Tapi tetap syarat lain harus dipenuhi oleh bacaleg yang bersangkutan dan juga perlu diverifikasi oleh penyelenggara. Prosesnya seperti bacaleg lainnya," kata Tuba Helan.

Dijelaskan, sebelumnya KPU berpegang pada aturan KPU dan memberi keputusan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) bagi bacaleg yang merupakan mantan napi koruptor, bandar narkoba dan kejahatan seksual pada anak.

"Tetapi dengan adanya putusan itu, maka aturan KPU itu dianulir, karena yang digunakan adalah UU.UU itu membolehkan adanya caleg mantan koruptor, bandar narkoba maupun mantan napi kejahatan seksual pada anak, namun harus diumumkan di media," katanya.

Dikatakan, meski adanya keputusan itu, tetapi kedaulatan tertinggi ada di tangan rakyat. "Rakyat akan kembali mengadili dalam pemilu serentak tahun depan. Rakyat juga tahu pilihan mana yang terbaik, karena itu kembali pada rakyat nanti," ujarnya.(*)

Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved