Opini Pos Kupang

Memperjuangkan Arsitektur Kupang Lama

Bahkan rumah-rumah bersejarah lain seperti Sonaf Nisnoni yang menjadi rumah pertemuan hanya dianggap

Memperjuangkan Arsitektur Kupang Lama
POS KUPANG/NOVEMY LEO
Tugu dekat Benteng Concordia dan Kota 'Tua' Kupang di wilayah Kecamatan Alak, Kota Kupang. 

 Oleh Lommi Dida
Arsitek, peminat sejarah kota, sedang meneliti di IRGSC, anggota Forum Academia NTT

POS-KUPANG.COM- Umur sebuah kota seringkali menjadi perdebatan, dan itu terjadi pada Kota Kupang. Hingga hari ini, menurut Pemerintah Kota Kupang, umur kota ini baru 22 tahun.

Angka ini jelas-jelas keliru, tetapi tetap dirayakan dengan penuh ketidakmautahuan. Entah dari mana angka ini datang dan bagaimana angka ini hadir, tetapi setiap tahun warga diminta merayakan angka ini.

Padahal, jika ingin belajar tentang sejarah kota, selain belajar pada dokumen-dokumen tua, salah satu obyek yang mungkin dimaknai ulang adalah melalui membaca ulang sejarah bangunan-bangunan kota. Sayangnya ada kecenderungan bangunan-bangunan tua ini dianggap tidak memiliki sejarah.

Kota Lama, Kota Pusaka

Dengan ditetapkannya Kota Kupang sebagai kota Pusaka yang dijelaskan dalam Perwali No. 29 Tahun 2013 yang ditetapkan pada tanggal 20 Desember 2013 seharusnya kota perlu segera berbenah menata ulang bangunan-bangunan tuanya.

Baca: Drama Korea Mr.Sunshine Raih Most Buzzworthy Drama, Disusul Drakor 100 Days My Prince

Definisi kota pusaka adalah kota yang di dalamnya terdapat bangunan cagar budaya yang memiliki nilai-nilai yang penting bagi kota.

Seharusnya penataan kota tua dan bangunan-bangunan bersejarah menjadi fondasi dan strategi utama pengembangan sebuah kota. Sebab jika bangunan ditata menurut lapisan rentang waktu, maka mudah diidentifikasi peninggalan sejarah kota.

Sayangnya, pembenahan kota pusaka belum menjadi prioritas. Contohnya baru-baru ini ada pemugaran gedung bekas rumah eks asisten residen yang berlokasi di samping gereja Kota Kupang. Hal utama yang menjadi sengketa baru sebatas siapa yang mengelola bangunan tua itu, tetapi tidak ada ulasan tentang bagaimana seharusnya proses pemugaran dilakukan.

Untuk Kota Kupang, kawasan yang ditetapkan sebagai kawasan kota pusaka adalah kawasan kota lama yang mencakup Fontein hingga Kampung Solor. Jika sekali waktu naik angkot melewati gedung BI lama, coba perhatikan gedung-gedung tua di sepanjang jalan menuju terminal Kupang, sebagian nyaris ambruk atau menjadi lahan parkir. Karena tidak terawat, hilang pula keindahan arsitektur di era Belanda, maupun bangunan-bangunan baru yang dibangun di era pasca Perang Dunia Kedua.

Baca: Tipe Perempuan Idaman Para Member BTS: Bisa Masak & Tidak Merokok! Kalian Termasuk?

Halaman
1234
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved