Berita Kabupaten TTU

Wakil Bupati TTU Sebut Ada Kelompok yang Tak Cerdas Dalam Politik

Aloysius Kobes, S.Sos menyebutkan, ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak cerdas dalam berpolitik.

Wakil Bupati TTU Sebut Ada Kelompok yang Tak Cerdas Dalam Politik
POS KUPANG/THOMAS MBENU NULANGI
Wakil Bupati TTU, Aloysius Kobes, S.Sos didampingi oleh Kapolres TTU, AKBP. Rishian Krisna Budhiaswanto menyematkan tanda operasi kepada salah satu anggota polisi di Halaman Kantor Bupati TTU, Rabu (19/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG--Wakil Bupati Timor Tengah Utara (TTU) Aloysius Kobes, S.Sos menyebutkan, ada beberapa kelompok masyarakat yang tidak cerdas dalam berpolitik.

Menurutnya, wilayah Kabupaten TTU secara keseluruhan memang aman dan kondusif, namun ada upaya-upaya yang dilakukan oleh kelompok-kelompok orang yang tidak cerdas politik sehingga mencancam keamanan daerah tersebut.

"Kadang-kadang mereka datang menekan pemilih dengan ancaman yang tidak perlu," kata Aloysius dalam sambutannya pada upacara Apel Gelar Pasukan Operasi Mantap Brata Turangga 2018 di Halaman Kantor Bupati TTU, Rabu (19/9/2018) siang.

Diakui Aloysius, kondisi tersebut ibarat fenomena gunung es, ada namun tidak terlihat karena mereka datang mengetuk pintu, menekan dan mengancam para pemilih.

" Saya kira ini pola-pola yang tidak cerdas dan menimbulkan polemik di tingkat masyarakat," tegasnya.

Atas masalah tersebut, ungkap Aloysius, para caleg, penyelenggara dalam hal ini KPUD dan Banwaslu Kabupaten TTU harus bekerja secara ekstra untuk menyelenggarakan pemilu yang demokratis.

"Kita semua mau menang, tapi kalau menang dengan cara yang tidak elegan saya kira ini yang kita harus dihindari," kata Aloysius.

Jika ingin menang, ungkap Aloysius, para caleg harus menyampaikan visi dan misi pribadi kepada para pemilih, apa yang akan dilakukan jika nanti dipercayakan oleh masyarakat menjadi anggota DPRD.

"Saya kira ini yang harus disampaikan kepada para pemilih, karena moment ini adalah moment pembelajaran politik. Jangan sampai menjadi moment penghancuran hak-hak politik dari masyarakat," tegas Aloysius.

Aloysius menambahkan, para caleg juga jangan mempolitisasi bantuan dari pemerintah untuk merebut hati rakyat, karena bantuan tersebut merupakan hak dari masyarakat.

"Jangan ancam mengancam nanti tidak dapat bantuan dari pemerintah. Padahal bantuan itu milik raktat, sehingga bantuan itu diperuntukan untuk rakyat," ungkapnya.

Pemerintah daerah, jelas Aloysius, hanya ditugaskan mengelolah untuk mendistribusikan bantuan dan progran tersebut sampai kepada masyarakat.

Aloysius mengharapkan, agar para caleg merebut hati rakyat dengan cara-cara yang baik dan benar serta tetap menjaga kerukunan dan kedamaian. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help