Berita Manggarai Terkini

Rutan Ruteng Bentuk Poktan Hortikultura, Ini Alasannya

Rutan Ruteng saat ini sedang gencar melakukan program dari Dirjen Pemasyarakatan, Kemenhukham RI.

Rutan Ruteng Bentuk Poktan Hortikultura, Ini Alasannya
POS-KUPANG.COM/Aris Ninu
Pembuatan pupuk bokasi oleh napi di Rutan Ruteng 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu

POS-KUPANG.COM | RUTENG - Rutan Ruteng saat ini sedang gencar melakukan program dari Dirjen Pemasyarakatan, Kemenhukham RI. Program tersebut dalam rangka bakti narapidana merah putih.

Program bakti tersebut di Rutan Ruteng diwujudkan dengan melakukan program pembuatan pupuk bokasi dan pembentukan kelompok tani untuk penanaman hortikultura.

Di mana pihak rutan akan memanfaatkan lahan kosong guna menanam hortikultura.

Baca: Sikka Diaspora Kupang Harapkan Roby-Romanus Sepenuhnya Bekerja untuk Masyarakat Sikka

"Program yang kami lakukan pun sama dengan apa yang sedang dilakukan Bupati Manggarai di bidang hortikultura. Bantuan dari Pemkab Manggarai melalui Dinas Pertanian Manggarai sudah kami dapat berupa alat pembuatan pupuk bokashi. Kami pun sudah membentuk kelompok tani untuk hortikultura. Ada empat kelompok yang sudah siap menanam hortikultura dan masing-masing berjumlah 15-20 orang," kata Karutan Ruteng, Gatot Haris Saputro yang ditemui POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Rabu (19/9/2018) siang.

Gator menjelaskan, program pembuatan pupuk bokashi sudah dilakukan sejak dua bulan lalu dan hasilnya mencapai 6 ton.

"Pupuk bokashi yang kami buat akan kami pakai untuk menanam hortikultura di lahan yang masih kosong. Lahan-lahan kosong kami akan garap semua agar ditanam hortikultura. Untuk bibir kami sudah dapat dari Dinas Pertanian Manggarai dan minggu kami akan mulai melakukan pembibitan. Bibit hortikultura yang kami dapat akan kami semaikan sebelum ditanam. Kalau sudah siap tanam maka Oktober 2018 sudah bisa panen," papar Gatot.

Ia menjelaskan, pihaknya telah berencana hasil pupuk bokashi sebagian akan disumbangkan ke kelompok tani di Manggarai dan hasil panen hortikultura sudah ada rencana mau dijual ke pasar.

"Kalau panen banyak sebagian kami bisa untuk kebutuhan sayur di rutan dan sebagian kami jual. Kalau ada lebih bisa kami sumbangkan ke panti asuhan sebagai bentuk darma bakti sosial merah putih," papar Gatot.

Ia mengungkapkan, pihaknya akan fokus agar program pembuatan pupuk bokashi dan hortikultura bisa sukses.

"Tujuan saya agar setelah napi keluar bisa bekerja lagi membuat pupuk bokashi dan menanam hortikultura. Soal pupuk bokashi ada yang mau kerjasama dengan kami beli dalam jumlah banyak sampai 1 ton. Artinya apa yang kita buat bisa membuat kita mendapat uang untuk kesejahteraan bagi keluarga. Maka itu semua napi saya libatkan biar sekembali dari rutan bisa membantu keluarga," jelas Gatot. (*)

Penulis: Aris Ninu
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help