Berita Internasional

Ratusan Ribu Anak-anak Yaman Terancam Meninggal Dunia

- Ratusan ribu anak-anak Yaman bisa meninggal jika serangan-serangan baru merusak atau menutup sementara pelabuhan penting Hudaidah

Ratusan Ribu Anak-anak Yaman Terancam Meninggal Dunia
(REUTERS/Khaled Abdullah)
Dua wanita dan anak-anak yang mengungsi akibat pertempuran di kota pelabuhan Laut Merah Hodeidah menunggu di pusat pendaftaran pengungsi di Sanaa, Yaman, Rabu (27/6/2018). 

POS KUPANG.COM - - Ratusan ribu anak-anak Yaman bisa meninggal jika serangan-serangan baru merusak atau menutup sementara pelabuhan penting Hudaidah, kata "Save the Children" pada Rabu, setelah pertempuran sengit di kawasan itu terjadi lagi.

Baca: BREAKINGNEWS: Takut Digerebek Berjudi! Mahasiswa UKAW Kupang Tewas Melompat di Kali Liliba

Laporan baru badan amal itu menyebutkan keluarga-keluarga sudah berusaha keras untuk mempermakanan dan transportasi ke fasilitas-fasilitas kesehatan karena harga-harga meroket, dan jika terjadi kembali gangguan, jutaan anak lagi akan berisiko kelaparan.

"Bahkan jika terjadi gangguan sekecil apa pun terhadap makanan, bahan bakar dan pasokan bantuan melalui pelabuhan vital itu, kematian mengancam ratusan ribu anak-anak kurang gizi karena mereka tak dapat mempermakanan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup," kata Tamer Kirolos, perwakilan Save the Children di Yaman.

Hudaidah merupakan pelabuhan utama negara Arab yang miskin itu, tempat 8,4 juta orang diyakini berada di ambang kelaparan, dan urat nadi bagi jutaan orang, demikian Thomson Reuters Foundation melaporkan. (*)


Koalisi pimpinan Saudi yang bertempur melawan kelompok pemberontak Houthi telah meningkatkan serangan udara dan memulai kembali gerakan-gerakan untuk merebutnya dari penguasaan Houthi setelah pembicaraan perdamaian awal bulan ini gagal.

"Perang ini berisiko membunuh satu generasi anak-anak Yaman yang menghadapi berbagai ancaman, mulai dari bom hingga kelaparan sampai penyakit -- Seperti apa Yaman nanti?" kata Kirolos.

Lebih 28.000 orang telah tewas atau luka-luka selama perang dan 3 juta hidup dalam keadaan nestapa, demikian ditekankan para pejabat PBB. Ribuan orang lagi tewas karena kurang gizi, penyakit dan kesehatan yang buruk. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved