Opini Pos Kupang

Prestasi Olahraga dan Harga Diri Daerah

Tujuan dari kegiatan ini adalah mencari sebanyak-banyaknya atlet terbaik NTT dalam rangka dipersiapkan

Prestasi Olahraga dan Harga Diri Daerah
istimewa
Taekwondoin Kabupaten TTU, Putri Mamun meraih medali emas U57 Porprov NTT 2018 di AUla KONI NTT, Kamis (13/9/2018) malam 

Oleh Johni Lumba
Pengamat Olahraga dari PJKR FKIP UKAW Kupang

POS-KUPANG.COM - Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) tahun 2018 adalah sebuah kegiatan olahraga prestasi yang diselenggarakan oleh KONI Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Tujuan dari kegiatan ini adalah mencari sebanyak-banyaknya atlet terbaik NTT dalam rangka dipersiapkan untuk mengikuti Pra PON tahun 2019. Keikutsertaan para atlet dalam iven ini merupakan sebuah kesempatan yang sangat berharga mengingat bahwa PORPROV adalah penyelenggaraan olahraga tertinggi di setiap provinsi.

Cabang-cabang olahraga super prioritas, prioritas, ditingkatkan dan dikembangkan, mendapat kesempatan pertama dan utama untuk mencari atlet berprestasi. Namun, masih juga terdapat sejumlah daerah yang tidak mengirimkan cabang-cabang olahraga dari daerahnya.

Sebanyak 21 Kabupaten dan satu Kota ikut dalam pesta olahraga provinsi terbesar di NTT. Mereka tidak mengikuti semua cabang olahraga, bahkan ada kabupaten yang hanya mengirimkan satu cabang olahraga. Kota Kupang sebagai tuan rumah yang mampu untuk mengikuti 14 cabang olahraga dalam ajang PORPROV.

Sangat disayangkan sebab momen seperti ini merupakan kesempatan yang sangat berharga agar provinsi NTT mampu bersaing dengan provinsi lain dalam kontribusi cabang olahraga prestasi bagi Negara Indonesia di level nasional dan internasional.

Wakil Gubernur atau Gubernur 2 NTT, Josef Nae Soi ketika membuka Pekan Olahraga Provinsi NTT ini mengatakan bahwa ajang ini merupakan sebuah kompetisi yang benar-benar dalam rangka menyeleksi atlet-atlet terbaik NTT untuk dipersiapkan mengikuti pra PON tahun 2019 dan PON XX tahun 2020 di Papua. Namun apa mau dikata, tidak semua KONI kabupaten mengikutkan semua cabang olahraga yang diprioritaskan untuk mengikuti pra PON.

Jika demikian maka, apa yang mau didapatkan dari PORPROV 2018? Di manakah harga diri kabupaten yang tidak mengirimkan atlet-atlet terbaik untuk ajang tersebut?

Sejumlah pertanyaan kritis tentang olahraga prestasi di provinsi NTT menjadi viral misalnya: (1) Apakah pola pembinaan olahraga prestasi di NTT tidak mendapat bagian yang terpenting dari pembangunan anak bangsa? (2) Di manakah peran KONI dan Pemerintah Kabupaten/Kota yang ada di provinsi NTT? (3) Bagaimanakah kehadiran Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) No. 3 Tahun 2005 di negara ini? (4) Mau diapakan bakat-bakat olahraga prestasi anak-anak NTT yang sangat luar biasa kalau tidak memiliki wadah dan dana pembinaan?

(5) Bagaimana kehadiran DPRD sebagai representasi perwakilan masyarakat dari setiap kabupaten/kota se-provinsi NTT? (6) Di manakah peran Pengurus Cabang Olahraga Provinsi dalam memotivasi pengurus cabang dari setiap kabupaten/kota di Provinsi NTT? Sangat mengelitik memang, ketika mendengar pertanyaan-pertanyaan kritis dan menantang tersebut.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help