Berita Internasional

Kisah 11 Perempuan Indonesia "Dijual" dan Dinikahkan di China Lalu Dianiaya Suami

Sebanyak 11 perempuan WNI diduga menjadi korban perdagangan manusia ke China dengan modus pernikahan melalui perantara.

Kisah 11 Perempuan Indonesia
POS KUPANG/EDY HAYON
Aksi Rakyat NTT di Kupang, NTT, terkait penolakan perdagangan orang NTT, Rabu (28/3/2018) pagi. 

POS-KUPANG.COM - Sebanyak 11 perempuan WNI diduga menjadi korban perdagangan manusia ke China dengan modus pernikahan melalui perantara.

Suara seorang perempuan menggema dari sebuah telepon seluler. Nadanya terdengar meratap.

"Saya ingin memberitahukan bahwa saya di China diperlakukan dengan sangat tidak layak. Suami memukul saya, menampar saya sampai memar-memar, sampai kepala saya dibacok. Lima bulan saya diperlakukan tidak baik di sini, sampai saya juga tidak bisa bertahan," kata dia.

"Tolong saya, saya sangat menderita di sini. Saya ingin pulang, saya mohon. Saya di sini seperti hewan layaknya, bukan diperlakukan seperti manusia. Tolong siapapun yang mendengar ini."

Baca: Gubernur NTT Perintahkan Investor Lain Kelola Tambak Garam. Inilah Tanggapan Pemegang HGU

Permintaan tolong itu disampaikan seorang perempuan berinisial LL. Dia mengaku termakan bujuk rayu sejumlah orang untuk menikahi pria asal China dengan iming-iming hidup senang dan kaya. Namun, bukan kesenangan dan kekayaan yang dia dapat, melainkan perlakuan kasar dari sang suami.

Kisah LL diawali kunjungan seorang perempuan tak dikenal ke rumah orangtuanya di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada Januari 2018, jelang tengah malam. Perempuan yang memperkenalkan diri sebagai Vivi itu datang bersama seorang pria warga negara China.

Baca: Akhiri Polemik, MPU Aceh Bolehkan Vaksin MR dengan Alasan Darurat

Kunjungan itu hanya berlangsung sekitar 30 menit. Namun, dalam pertemuan singkat tersebut terjadi perjodohan antara LL dengan pria tersebut.

LL diiming-imingi uang bulanan sebesar Rp 3 juta, pulang kampung setiap tiga bulan sekali, dan diperbolehkan membawa keluarga ke China. Itu belum termasuk uang mahar senilai Rp 5 juta. Uang tersebut diserahkan pria China itu kepada IS, ibu LL.

Baca: Peserta Seleksi CPNS Wajib Unggah Foto Pegang KTP dan Dokumen Lainnya Saat Mendaftar

Belakangan, Polda Jawa Barat menetapkan Vivi dan pria tersebut sebagai tersangka pelaku perdagangan orang dengan modus perjodohan.

Disekap dan disiksa

Halaman
1234
Editor: Agustinus Sape
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help