Berita Kabupaten TTS

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gelar Pelatihan Menjahit dan Meubilair

Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak tanggal 17 hingga 26 September mendatang.

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Gelar Pelatihan Menjahit dan Meubilair
POS KUPANG/DION KOTA
Anggota DPRD TTS, Relygius Usfunan sedang meninjau pelatihan menjahit di aula hotel Gajah Mada 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM,  Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE -– Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) menggelar pelatihan menjahit dan mebeler bagi 40 orang pencari kerja di Kabupaten TTS. Kegiatan ini berlangsung selama 10 hari, terhitung sejak tanggal 17 hingga 26 September mendatang.

Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten TTS, Yohanes Lakapu mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk membekali para pencari kerja dengan keterampilan sehingga diharapkan bisa membuka usaha sendiri.

Selain dilatih keterampilan menjahit dan meubilair, para peserta pelatihan juga diberikan bantuan mesin jahit dan mesin obras bagi peserta pelatihan menjahit, dan juga bantuan bor listrik, gergaji listrik, gurinda dan skaf listrik bagi para peserta pelatihan meubilair.

" Untuk peserta pelatihan menjahit kita latih di aula hotel gajah Mada dibawa arahan satu orang instruktur dan asisten instruktur. Sedangkan pelatihan meubilair berlangsung di bengkel kerja SMK Negeri 1 Soe," ungkapnya.

Para peserta pelatihan menjahit, diajarkan keterampilan dasar mulai dari membuat pola hingga menjahir baju, celana dan rok. Sedangkan peserta pelatihan meubilair, dilatih keterampilan membuat meja dan lemari.

Anggota DPRD TTS, Relygius Usfunan yang menyempatkan diri untuk melihat pelatihan tersebut mengatakan mendukung kegiatan pemberdayaan tersebut.

Diharapkan, dengan keterampilan yang didapat, minimal kebutuhan pakaian dan meubilair di rumah sudah tidak perlu dibeli, tetapi dikerjakan sendiri. Usaha rumahan ini selanjutnya bisa dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekitar.

" Minimal pulang pelatihan, baju atau meubilair di rumah dibuat sendiri. Nanti kalau ada masyarakat sekitar yang mau pesan silakan kembangkan usaha tersebut. Prinsipnya, pemerintah sudah membantu memberikan keterampilan dan alat bantu, sisa sekarang bagaimana masyarakat memanfaatkan untuk menjadikannya sebagai lapangan usaha, "ujarnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved