Berita Kabupaten Sumba Timur

Mantan Anggota DPRD Sumba Timur Daud Ndakularak Kembali Masuk Lapas Kelas II A Waingapu, Sumba Timur

Kejari Sumba Timur kembali menahan oknum mantan anggota DPRD Sumba Timur Daud Ndakularak terpidana dugaan korupsi penyalahgunaan Dana Kas

Mantan Anggota DPRD Sumba Timur Daud Ndakularak Kembali Masuk Lapas Kelas II A Waingapu, Sumba Timur
POS KUPANG.COM/ROBERT ROPO
Daud Ndakularak saat ditemui Jaksa di Kediamannya, sebelum dibawa ke Lapas. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU-------Kejaksaan Negeri (Kejari) Sumba Timur, kembali menahan atau melakukan eksekusi terhadap oknum mantan anggota DPRD Sumba Timur Daud Ndakularak terpidana kasus dugaan korupsi penyalahgunaan Dana Kas APBD Kabupaten Sumba Timur Tahun Anggaran 2005-2006 dengan total kerugian negara 6,25 miliar.

Ndakularak kembali menghuni Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II A Waingapu, di Kampung Bugis, Kelurahan Kamalaputih, Senin (17/9/2018) malam.

Baca: Polres Kupang Sudah Gelar Kasus dana Desa

Baca: Hati-Hati bagi yang Suka Iseng! Kantor Bupati Ende Dipasang Kamera CCTV

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sumba Timur Setyawan Nur Chaliq,SH.,MH yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM, usai pelaksaan eksekusi mengatakan, setelah mengantongi salinan putusan kasasi dari Mahkamah Agung yang menjatuhkan pidana kurungan selama dua tahun, Senin (17/9/2018) sore, maka pihaknya langsung mengeksekusi terpidana untuk menjalani hukumannya di Lapas Waingapu.

Dijelaskan Setyawan, sebelumnya Daud Ndakularak ditahan Kejari Sumba Timur dalam proses penyidikan, penututan, dan persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kupang.

Namun, karena masa penahanan habis, dan terpidana melakukan upaya kasasi yang prosesnya masih berjalan, sehingga dirinya keluar demi hukum, sambil menunggu putusan hukum kasasi.

"Jadi setelah kami bersurat ke Pengadilan Tipikor Kupang untuk menanyakan putusan kasasinya, ternyata sore tadi sudah sampai ke tangan kami. Sehingga kami langsung mengeksekusi putusan kasasi tersebut, dan membawa terpidana untuk menjalani masa tahannya di Lapas Waingapu, dengan putusan 2 Tahun penjara,"jelas Setyawan.

Pantauan POS-KUPANG.COM, Senin (17/9/2018) malam, Tim jaksa ekskutor M. Syafa, SH, bersama IGN Wira Anom Saputra, SH, Hariyanto,SH, Vendi Trilaksono dan Jaksa Saka, SH mendatangi rumah kediaman Daud Ndakularak di KM 5, Kelurahan Kambajawa Kota Waingapu.

Tim jaksa ekseskutor yang dipimpin oleh Plh. Kasi Pidsus M. Syafa tersebut tiba di kediaman Ndakularak sekitar pukul 17.50 Wita.

Saat tiba di rumah menemui terdakwa Ndakularak lagi duduk, namun kemudian Ndakularak masuk kembali ke dalam rumah dan menutup pintu. Sekitar 20 menit, Jaksa hendak mengetok pintu rumah, Ndakularak kembali menemui Jaksa.

Kemudian Jaksa Syafa menjelaskan isi surat terkait keputusan pidana yang harus dijalani oleh terdakwa Daud Ndakularak. Dimana isi putusan tersebut yakni pertama, Menolak Kasasi yang diajukan oleh terdakwa Ndakularak. Kedua, menjatuhkan pidana penjara selama 2 tahun dan denda sebesar 50 juta subsider 3 bulan kurungan.

Halaman
12
Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved