Berita Kabupaten TTS

Prihatin Dengan Keadaan SMP Negeri Satap Lelobatan, Jhoni Asadoma Berikan Bantuan

Lantainya masih beralas tanah, sementara mejanya terbuat dari pelepah bambu yang dibentuk menjadi meja.

Prihatin Dengan Keadaan SMP Negeri Satap Lelobatan, Jhoni Asadoma Berikan Bantuan
POS KUPANG/ISTIMEWA
Keadaan bangunan sekolah SMP Negeri Lelobatan yang memprihatinkan 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|SOE – Postingan salah seorang pemilik akun facebook tentang keadaan SMP Negeri Satu Atap (Satap) Lelobatan, di Desa Lelobatan, Kecamatan Mollo Utara membuat hati Wakil Kapolda Sulawesi Utara, Brigadir Jenderal Polisi Jhoni Asadoma tersentuh.

Dirinya merasa miris dan sedih melihat keadaan SMP Negeri Satap Lelobatan yang hanya berdinding pelepah bambu dan beratap alang-alang. Lantainya masih beralas tanah, sementara mejanya terbuat dari pelepah bambu yang dibentuk menjadi meja.

Brigadir Jenderal Polisi Jhoni ‎merasa terpanggal untuk membantu kepada pihak sekolah agar para siswa SMP Negeri Satap Lelobatan bisa lebih nyaman belajar. Minggu (16/9/2018) pagi, didampingi Wakapolres TTS, Kompol Herman Bessie dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa, Jhoni menyempatkan diri melihat langsung keadaan SMP Negeri Satap Lelobatan.

Usai melihat keadaan sekolah dan berbincang-bincang dengan para guru, siswa dan orang tua murid, Jhoni langsung memberikan bantuan berupa 21 set kursi meja, buku tulis dan pulpen serta bantuan uang tunai kepada para orang tua murid guna membantu membiayai keperluan sekolah.

" Saya lihat posting keadaan SMP Negeri Satap Lelobatan di facebook hati saya kasihan dengan anak-anak di sana. Saya berpikir, bagaimana mereka bisa belajar dengan baik kalau keadaan sekolahnya seperti itu. Tulis di atas meja yang terbuat dari bilah bambu ini huruf model apa. Hati saya tersentuh dan saya putuskan untuk membantu para siswa di sini," ungkap Jhoni usai menyerahkan bantuan.

Tanpa fasilitas sekokah yang baik lanjut Jhoni, tidak mungkin anak-anak bisa belajar dengan baik sehingga bisa menjadi pintar. Daerah tidak akan maju jika kondisi sekolah sangat memprihatinkan seperti ini.Oleh sebab itu, pendidikan harus dinomor satukan demi menciptakan generasi yang cerdas yang siap membangun daerah TTS.

" Saya berharap, pihak pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan juga bisa turut membantu menyediakan guru-guru berkualitas dan perpustakaan sehingga bisa menunjang proses KBM. Para orang harus terus mendorong anak-anak untuk tetap sekolah ditengah keterbatasan yang ada. Bagaimanapun pendidikan merupakan kunci untuk mengubah keluarga, masyarakat dan daerah ini," ujarnya. ‎

Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten TTS, Edison Sipa mengatakan, pembangunan SMP Satap Lelobatan dibangun tanpa melakukan koordinasi dengan Dinas. Ia mengaku kaget dan baru tau terkait keberadaan sekolah tersebut dari media sosial. ‎

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan langsung melakukan peninjauan keberadaan sekolah tersebut, dan tahun ini sekolah tersebut ditingkatkan statusnya dari tambahan ruang kelas menjadi SMP Negeri.

" Kita juga kaget awalnya dengan keberadaan sekolah ini karena dibangun tanpa koordinasi dengan Dinas. Usai ditingkatkan statusnya, akan kita ikuti dengan penempatan guru dan kepala sekolah. ‎Setelah sudah ada kepala sekolah definitif, tugas pertamanya adalah melakukan proses adminitrasi Dapodik dan pencairan dana BOS," jelasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved