Berita Kabupaten TTS Terkini

Polres TTS Segera Lakukan Pulbaket Dugaan Pemalsuan Dokumen Negara

Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, S.H, MH membenarkan adanya laporan dugaan pemalsuan dokumen negara yang dilaporkan tim sukses paket Tahun-Konay

Polres TTS Segera Lakukan Pulbaket Dugaan Pemalsuan Dokumen Negara
POS KUPANG/DION KOTA
Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, SH

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM | SOE - Kapolres TTS, AKBP Totok Mulyanto, DS, SIK melalui Kasat Reskrim Polres TTS, Iptu Jamari, S.H, MH membenarkan adanya laporan dugaan pemalsuan dokumen negara yang dilaporkan tim sukses paket Tahun-Konay dengan terlapor paket Naitboho - Kase.

Seusai menerima laporan tersebut, penyidik akan segera melakukan pengumpulan barang bukti dan melakukan pemanggilan terhadap pihak terkait dalam kasus dugaan pemalsuan dokumen C1 KWK tersebut.

"Laporan sudah kita terima dan akan segera kita tindak lanjuti dengan pengumpulan alat bukti dan mengambil keterangan para saksi. Kita akan melakukan pemanggilan para saksi guna mengkonfron dengan laporan pelapor. Selain itu, kita juga akan melakukan pengumpulan barang bukti C1 KWK yang diduga dipalsukan paket Naitboho - Kase," ungkap Jamari kepada pos kupang, Senin (17/9/2018) saat ditemui di ruang kerjanya.

Baca: Gempa Bumi 4,0 Skala Ricther Guncang Sumba Timur, NTT

Terpisah, Abia Nabuasa, anggota tim sukses paket Tahun-Konay yang melaporkan paket Naitboho - Kase ke Polres TTS mengatakan, dirinya melaporkan paket Naitboho - Kase dan para saksinya ke polisi guna mempertanggung jawabkan perbuatan pemalsuan dokumen negara berubah C1 KWK.

Pasalnya, pemalsuan dokumen C1 KWK tersebut telah membuat kegaduan di Kabupaten TTS terkait hasil pelaksanaan Pilbup TTS.

Oleh sebab itu, dirinya meminta agar Polres TTS segara menangkap dan memeriksa para saksi paslon Naitboho - Kase.

"Kita berharap pihak kepolisian bisa segara memproses kasus ini. Seluruh pihak yang terlibat dalam pemalsuan dokumen negara ini harus dihukum karena sudah menyebabkan masyarakat kebingungan dengan hasil Pilbup TTS, serta menyebabkan uang daerah harus keluar untuk membiayai perhitungan suara ulang dan mengurus kasus sengketa perselisihan hasil pemilu di MK," kata Abia.

Diberitakan POS-KUPANG.COM sebelumnya, Cawabup TTS, Alex Kase yang dikonfirmasi POS-KUPANG.COM terkait tim sukses paket Tahun-Konay yang telah mempolisikan saksi dan paslon Naitboho - Kase, mengaku tidak takut.

Ia menegaskan, data yang dipegang merupakan data yang diambil per TPS. Karena datanya beda dengan hasil pleno tingkat kabupaten, maka paket Naitboho - Kase hanya ingin mencocokan data yang dipegang dengan data C1 KWK berhologram dan C1 plano Berhologram. Terkait laporan polisi tersebut akan diurus oleh pihak pengacara.

"Silakan saja kalau sudah lapor polisi. Kita hanya mau menguji data yang kita pegang dengan C1 Plano berhologram dan C1 plano Berhologram. Kami hanya mau meluruskan dan mencari kebenaran. Soal laporan polisi tersebut nanti tim pengacara yang urus," ujarnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved