Berita Religi

GMIT Kenang 75 Tahun Pencurahan Roh Kudus Di Desa Nunkolo, Ini Yang Dilakukan!

Dalam rangka memperingati 75 tahun peristiwa pencurahan Roh Kudus di Desa Nunkolo, Sinode GMIT mengadakan KPI di Gereja Efata Nunkolo.

GMIT Kenang 75 Tahun Pencurahan Roh Kudus  Di Desa Nunkolo, Ini Yang Dilakukan!
Dion Kota
Pencurahan Roh Kudus di Desa Nunkolo 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Dion Kota

POS-KUPANG.COM|KUPANG - Dalam rangka memperingati 75 tahun peristiwa pencurahan roh kudus di Desa Nunkolo, Kecamatan Nunkolo, Sinode GMIT mengadakan kegiatan Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) di Gereja Efata Nunkolo.

Kegiatan yang dikemas dalam bentuk seminar dan bantuan rohani berlangsung dari tanggal 14 hingga 16 September 2018.

Hadir dalam kegiatan ini, Ketua Sinode GMIT, Pendeta Dr. Mery Kolimon. Dalam kesempatan tersebut Mery mengatakan, kegiatan perayaan 75 tahun mengenang peristiwa pencurahan roh kudus di Desa Nunkolo dilakukan agar peritiwa sejarah rohani tersebut tetap hidup.

Baca: 147 Formasi Penerimaan CPNS Tahun 2018 ini di Mabar

Mery Kolimon mengatakan, alasan GMIT melakukan acara memperingati 75 tahun pencurahan roh kudus di Nunkolo agar seluruh jemaat Sinode GMIT bisa mengetahui dengan pasti peritiwa rohani yang terjadi 75 tahun yang lalu. Banyak orang yang sudah lupa bahkan tidak mengetahui peristiwa 75 tahun silam. Oleh sebab itu, melalui kegiatan tersebut jemaat diingatkan kembali tentang peristiwa rohani tersebut.

"Pada Agustus 1943, terjadi suatu peritiwa pencurahan roh kudus kepada kaum ibu di Desa Nunkolo, di antaranya Sarlina Manao Nokas dan Nelci Selan Bana. Dimana oleh kekuatan roh kudus kaum ibu diberikan daya untuk mewartakan firman Tuhan dan melakukan mukjizat dengan menyembuhkan banyak orang sakit. Melihat peristiwa iman tersebut, banyak orang TTS yang akhirnya memilih untuk mengikuti Tuhan Yesus dengan masuk agama Kristen," kata Mery.

Roh Kudus, lanjut Merry, merupakan salah satu pribadi dari Tri Tunggal Mahakudus. Roh kuduslah yang membuat manusia bisa hidup, berbicara dan bekerja. Oleh sebab itu, jemaat yang hidup saat ini harus menjadi saksi dari peristiwa iman pencurahan roh kudus yang terjadi 75 tahun lalu.

Baca: Disawer Dollar Oleh Penggemar Saat Konser, Tak Disangka Jin BTS Beri Respon Ini, Bikin Melting

"Tugas kita saat ini adalah menjadi saksi dari dasyatnya peristiwa pencurahan roh kudus 75 tahun lalu. Kita harus senantiasa berdoa agar roh kudus senantiasa memberikan kita kekuatan dan penghiburan agar kita mampu menjadi saksi Kristus, di mana pun kita berada. Bagaimana pun, peristiwa 75 tahun lalu harus menjadi motivasi bagi umat Kristen untuk terus berbenah diri menjadi pribadi Kristen yang sejati," ajaknya.

Kepala Desa Nunkolo, Kecamatan Nunkolo, Yusuf Bana yang ikut dalam kegiatan KPI mengaku senang ada kegiatan KPI di Gereja Efata Nunkolo. Ia mengakui banyak jemaat yang mulai lupa bahkan tidak mengetahui peristiwa pencurahan roh kudus 75 tahun yang lalu.

Baca: Pria Ini Meninggal Seusai Bermain Bulu Tangkis

Oleh sebab itu, perayaan ini bisa membangkitkan ingatan masyarakat Desa Nunkolo tentang kegiatan iman tersebut.

"Kami dari pemerintah desa mendukung kegiatan ini. Apalagi melalui kegiatan ini, memori akan peristiwa iman 75 tahun yang lalu bisa kembali terangkat. Bagaimana pun, sebagai warga Desa Nunkolo kita senang dan bangga akan peristiwa 75 tahun lalu.

Warga Nunkulo mendapatkan curahan roh kudus untuk mewartakan sabda Tuhan dan melakukan mujizat dengan menyembuhkan orang sakit," kata Bana. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Apolonia Matilde
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved