Berita Kabupaten TTS

Bupati TTS Paul Mella Perintahkan Tambang Pasir Besi di Besana Dihentikan

Bupati TTS, Ir. Paul Mella memerintahkan penambangan pasir besi di Desa Besana, Kecamatan Mollo Utara yang dilakukan PT Semen Kupang

Bupati TTS Paul Mella Perintahkan Tambang Pasir Besi di Besana Dihentikan
POS KUPANG/DION KOTA
Paul Mella

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Bupati TTS, Ir. Paul Mella memerintahkan penambangan pasir besi di Desa Besana, Kecamatan Mollo Utara yang dilakukan PT Semen Kupang untuk dihentikan sementara waktu.

Pasalnya, penambangan pasir besi tersebut menyebabkan konflik di masyarakat dan hingga saat ini belum ada koordinasi dari PT Semen Kupang dengan Pemkab TTS terkait aktivitas tambang di wilayah Kabupaten TTS tersebut.

Baca: Plt Sekda Pimpin Deklarasi Pileg dan Pilpres 2019 Aman di Kabupaten Kupang

Baca: Ini Cara Mahasiswa Program Studi Bahasa dan Sastra Undana Atasi Kekurangan Air!

" Saya sudah perintahkan tutup sementara karena ada konflik di masyarakat. Ada kubu yang setuju, dan ada kubu yang tidak setuju oleh sebab itu saya perintahkan dihentikan sementara.

Memang seluruh prosedur perizinan dan di Propinsi tetapi harus diingat sumber daya alam tersebut ada di wilayah Kabupaten TTS. Oleh sebab itu, harus ada koordinasi dengan pemerintah setempat bukan main tambang saja," ungkap Bupati Mella kepada pos kupang, Senin ( 17/9/2018) di kantor bupati TTS.

Ia mengaku, ijin tambang dari PT Semen Kupang sendiri belum selesai diurus. Oleh sebab itu, dirinya merasa bingung dan menaruh curiga terhadap aktivitas tambang pasir besi di Desa Besana.

Pasalnya, dengan alasan pengambilan sempel guna mengurus izin untuk memperoleh ijin tambang, PT Semen Kupang diduga sudah mengambil lebih dari belasan truk pasir besi.

" Saya bingung, katanya mau ambil sempel untuk urus izin, tetapi ko ambilnya banyak sekali dan sudah beberapa kali ambil. Ini mau untuk sempel atau mau buat apa? Untuk ambil sempel pun seharusnya ada prosedur yang harus dilewati bukan main ambil saja," keluh pria berkaca mata ini.

Untuk itu, dirinya berharap pihak PT Semen Kupang bisa segera melakukan koordinasi dengan pemerintah Kabupaten TTS guna membicarakan terkait tambang pasir besi di Desa Besana.

Hal ini dimaksud untuk membicarakan terkait penataan lokasi tambang dan pemberdayaan masyarakat setempat agar ikut merasakan dampak positif dari tambang pasir besi tersebut.

Selain itu, pihak penambang juga harus melakukan pendekatan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk bisa memperoleh dukungan dari masyarakat setempat.

" Sampai saat ini tidak ada koordinasi dengan pemerintah daerah, sehingga kita minta hentikan dulu kita duduk bicara bersama dulu. Kita harus membahas penataan lingkungan di sekitar lokasi tambang, pemberdayaan masyarakat setempat dan sosialisasi kepada masyarakat terkait aktivitas tambang di wilayah tersebut," tegasnya.

Terpisah, anggota DPRD TTS Komisi III, David Boimau dan Roy Babys mengaku, belum mengetahui aktivitas tambang pasir besi di Desa Besana. jika memang belum memiliki izin dan menimbulkan konflik di antar masyarakat di Desa Besana, Komisi III DPRD TTS meminta agar aktivitas tambang pasir besi dihentikan. Dalam waktu dekat, komisi III akan melakukan peninjauan lokasi tambang pasir besi sebelum melakukan koordinasi dengan Dinas Pertambangan Propinsi NTT.

" Kalau tidak ada izinnya harus dihentikan. Semua ada prosedurnya, kalau belum urus selesai ijin tidak boleh ada aktivitas tambang. Apa lagi sampai menimbulkan konflik di antara masyarakat setempat. Kita akan turun ke lokasi untuk melakukan kajian terhadap masalah ini. Dasar kajian ini yang akan kita gunakan untuk koordinasi dengan Dinas Pertambangan Propinsi NTT, " ujar keduanya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help