Berita Kabupaten TTS

Belum Difungsikan! Bangunan Kantor Pelabuhan Boking Rusak

Kantor pelabuhan Boking di Desa Kolbano, Kecamatan Kolbano, TTS yang dibangun dengan anggaran pusat keadaannya sangat memprihatinkan.

Belum Difungsikan! Bangunan Kantor Pelabuhan Boking Rusak
POS KUPANG.COM/DION KOTA
plafon dan kaca pintu kantor pelabuhan Boking dalam keadaan rusak berat 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Kantor pelabuhan Boking yang terletak di desa Kolbano, Kecamatan Kolbano yang dibangun dengan anggaran pusat saat ini keadaannya sangat memprihatinkan. Belum sempat difungsikan, atap, plafon dan kaca jendela kantor pelabuhan Boking sudah mengalami rusak berat.

Baca: Prihatin Dengan Keadaan SMP Negeri Satap Lelobatan, Jhoni Asadoma Berikan Bantuan

Pantau pos kupang, Senin (17/9/2019) keadaan kantor pelabuhan dalam keadaan kosong tanpa seorang pun penjaga. Saat mendekati kantor tersebut, nampak atap sebelah kiri bangunan sudah terayun-ayun akibat ditiup terjangan angin laut selatan.

Tak hanya atapnya, jendela bagian sisi kiri bangunan nampak sudah pecah. Serpian kaca nampak berserakan di bagian dalam dan luar bangunan tersebut. Dua unit kamar WC yang juga ada di sisi kiri nampak kotor dan penuh kotoran.

Saat menengok ke dalam ruangan bangunan mewah tersebut, terlihat plafon ruang sudah hilang dan hanya menyisakan rangka baja ringan yang tergantung tepat dibawah atap bangunan.

Reruntuhan plafon nampak berserakan dan memenuhi isi ruang kantor tersebut.
Bagian depan ruangan tak kalah memprihatinkan. Bagaimana tidak, pintu ruangan yang terbuat dari kaca nampak sudah bolong. Serpian kaca pintu nampak berserakan di lantai. Plafon ruang depan pun sudah ambruk.

Aneka tulisan yang menggunakan arang nampak mengotori putihnya tembok bangunan. Bangunan kantor pelabuhan nampak belum dilengkapi dengan mebeler, baik kursi maupun meja.

Informasi yang dihimpun dari beberapa penambang batu warga yang enggan menyebutkan namanya mengatakan, rusaknya bangunan milik pemerintah pusat tersebut sudah terjadi sejak Februari lalu.

Selain disebabkan kencangnya angin selatan, ulah tangan jahil pengunjung juga berkontribusi dalam merusak bangunan mewah tersebut. Pasalnya, karena tidak ada penjagaan, orang bebas masuk keluar kawasan pelabuhan Boking.

" Bulan Februari itu angin kencang sekali sehingga atap dan kacang samping pecah dihantam terpaan angin. Ada juga pengunjung nakal yang merusak jendela dan mencoret-coret tembok bangunan. Hal ini karena tidak ada orang yang jaga. Kalau saja ada yang tentunya orang tidak berani masuk sembarang, ujar wanita penambang batu warna ini. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help