Berita Kabupaten Lembata Terkini

Taman Kota di Lewoleba-Lembata Direhab Lagi, Habiskan Anggaran Hampir Rp 1 Miliar

Dinas Lingkungan Hidup, kini sedang merahab total taman kota yang berada di jantung Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT.

Taman Kota di Lewoleba-Lembata Direhab Lagi, Habiskan Anggaran Hampir Rp 1 Miliar
POS-KUPANG.COM/Frans Krowin
Taman Kota Lewoleba yang kini sedang direhab. Gambar diabadikan, Minggu (16/9/2918). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Frans Krowin

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lembata melalui Dinas Lingkungan Hidup, kini sedang merahab total taman kota yang berada di jantung Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata, NTT.

Rehab taman kota itu dilakukan sebagai jawaban atas kondisi taman kota yang selalu tergenang saat Lewoleba diguyur hujan. Genangan itu selama berhari-hari, sehingga dikhawatirkan akan mematikan semua tanaman yang tumbuh di tempat itu.

Diperoleh kabar, rehabilitasi taman kota itu menelan biaya mendekati Rp 800 juta. Meski pengerjaaan fisik taman kota tersebut dilakukan sekitar bulan Juli 2018 lalu, namun sampai saat ini belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Baca: Penyandang Disabilitas Diberi Ruang Rebut 333 Kursi CPNSD Kabupaten Kupang

Sampai saat ini, rehab taman itu baru samoai lafa pembangunan fondasi pada salah satu sisi dan pada sisi lainnya ada pemancangan tiang yang baru sampai pada tahap pembenaman di bagian dasar tiang tersebut. Sementara ruas jalan dalam area taman, tanda-tanda perbaikan baru pada sisi barat. Sedangkan di bagian timurnya belum sama sekali.

Hal lainnya, adalah penimbunan material bangunan seperti pasir dan batu pada panggung dan sebagiannya di sisi depan panggung. Selebihnya belum ada tanda-tanda akan segera ditimbun.

Pelaksanaan rehab taman itu terkesan lambat. Padahal musim hujan sudah dekat. Lagi pula sampai dengan saat ini progres pembangunan belum memperlihatkan hasil yang menggembirakan.

Terhadap hal tersebut, sejumlah warga mengungkapkan kekhawatirannya. Sebab jika rehab taman kota itu tidak rampung sebelum musim hujan ini, berarti akan menimbulkan masalah baru hal mana merugikan rekanan pelaksana proyek tersebut.

"Ini kan taman kota, jadi kami harap agar pengerjaannya lebih serius supaya hasilnya juga lebih cepat terlihat. Kami sampaikan ini untuk kebaikan kita bersama," ujar Mathias Kopong, salah seorang warga yang ditemui POS- KUPANG.COM, Minggu (16/9/2018). (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved