Berita Kabupaten Nagekeo Terkini

Plan Internasional Adakan Lokakarya Modul PRB dan API Sekolah Aman Bencana

Plan International Indonesia bersama dengan mitranya telah mengembangkan berbagai upaya yang tercermin dalam proyek-proyek Sekolah Aman

Plan Internasional Adakan Lokakarya Modul PRB dan API Sekolah Aman Bencana
ISTIMEWA
Peserta kegiatan saat melaksanakan lokakarya di Hotel Sinar Kasih Danga, Jumat (14/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY - Mewujudkan dan memajukan Sekolah Aman bencana di Indonesia, Plan International Indonesia bersama dengan mitranya telah mengembangkan berbagai upaya yang tercermin dalam proyek-proyek Sekolah Aman yang sudah dilakukan sejak tahun 2010 di berbagai daerah baik di daerah perkotaan maupun di daerah perdesaan.

Dari berbagai upaya tersebut telah dihasilkan pula berbagai produk guna mempermudah dan mendukungn berbagai pihak dalam mengimplementasikan Sekolah Aman bencana.

Salah satu produk Plan adalah Panduan Fasilitator Sekolah/Madrasah Aman yang dikembangkan oleh proyek ASSI.

Baca: Sekda TTS Sebut Penjabat Bupati TTS Sebaiknya Orang Luar

Hal itu disampaikan koordinator Manajemen Risiko Bencana dari Plan Internasional, Muhammad Juarsa, kepada POS- KUPANG.COM di Hotel Sinar Kasih Danga, Sabtu (15/9/2018).

Menurut Juarsa, pembelajaran dari Proyek Ketangguhan Pulau selama tahun 2016-2017 di Nagekeo saat mengimplementasikan Panduan Fasilitator Sekolah/Madrasah Aman tersebut yaitu bahwa perlunya integrasi yang lebih kuat antara adaptasi perubahan iklim (API) dan sekolah aman bencana.

Selain isu API, isu lintas sektor lainnya seperti isu gender dan inklusi juga perlu menjadi catatan untuk direview dan diperkuat dalam panduan fasilitator tersebut.

Ia mengatakan kebutuhan lain yang diidentifikasi adalah perlu adanya pegangan guru tentang sekolah aman bencana yang praktis dan dapat digunakan dengan mudah dalam implementasi sekolah aman bencana di sekolah.

Melalui proyek BERANI yang didanai oleh GFFO dan Plan International German, Plan International Indonesia merasa perlu melakukan rangkaian lokakarya untuk menjawab kebutuhan adanya pegangan guru tentang sekolah aman yang terintegrasi API, serta isu lintas sector seperti gender dan inklusi.

Rangkaian lokakarya yang akan dilakukan adalah, lokakarya drafting internal Plan International Indonesia yang melibatkan PM LEAD, DRM NPM, DRM advisor dan gender/inklusi speasilist, PM BERANI, PC DRM, perwakilan mitra implementasi, lokakarya ujicoba modul pegangan guru di tingkat kabupaten Lembata dan Nagekeo yang akan melibatkan guru-guru dari sekolah dampingan dan lokakarya finalisasi di tingkat provinsi yang melibatkan anggota Sekretariat Bersama sekolah aman bencana provinsi NTT.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved