Berita Nasional Terkini

Kepala Lapas Sukamiskin Mengakui Sel Setya Novanto Ternyata Lebih Luas

kamar luas tidak hanya dihuni Setnov, terdapat sekitar 40-an sel dengan ukuran serupa. Beberapa narapidana memiliki hunian dengan

Kepala Lapas Sukamiskin Mengakui Sel Setya Novanto Ternyata Lebih Luas
ANTARA FOTO/Novrian Arbi
Terpidana Kasus Korupsi KTP elektronik Setya Novanto (tengah) menjawab pertanyaan wartawan saat tiba di Lapas Klas IA Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, Jumat (4/5/2018). Mantan Ketua DPR Setya Novanto akan menjalani masa hukuman vonis 15 tahun penjara denda 500 juta subsider 3 bulan kurungan di Lapas Klas IA Sukamiskin tersebut karena telah terbukti melakukan tindak pidana korupsi proyek KTP elektronik. 

POS KUPANG.COM  - Kelapa Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas)  Klas 1A Sukamiskin, Tejo Harwanto, membenarkan sel yang dihuni Setya Novanto (Setnov) lebih luas, dengan ukuran 300-500 cm.

"Ruangan Pak Setya Novanto lebih besar, yah kira-kira 300-500 cm," ujar Tejo di Lapas Sukamiskin, Jawa Barat, Minggu.

Baca: DKKP RI Tolak Permohonan atas Bawaslu Ende

Baca: Jelang Tahun Politik RRI Ende Diminta Tetap Jaga Netralitas

Menurut Tejo, kamar luas tidak hanya dihuni oleh Setnov saja, terdapat sekitar 40-an sel dengan ukuran serupa. Beberapa narapidana yang memiliki hunian dengan ukuran serupa yakni Nazaruddin, Joko Susilo, dan Tubagus Chaeri Wardhana atau Wawan.

"Terus ada napi umum yang baru masuk juga di situ (kamar ukuran luas) dan udah lama juga mereka itu menempati ruangan hunian yang besar," kata dia.

Polemik adanya perbedaan standar kamar sel ini atas hasil sidak yang dilakukan Ombudsman RI. Pimpinan Ombudsman, Ninik Rahayu menyoroti perbedaan standar yang diterapkan kepada narapidana.

Seharusnya, kata dia, dalam proses tahanan dan pembinaan seluruh napi mendapatkan pelayanan sama tanpa pandang bulu.

Menurut Tejo, hunian-hunian di Lapas Sukamiskin, terbagi menjadi tiga. Di antaranya ada kamar dengan ukuran kecil, kamar ukuran sedang, dan kamar ukuran besar.

Konstruksi bangunan Lapas Sukamiskin merupakan salah satu heritage atau bangunan bersejarah sejak 1918. Sehingga tidak mungkin untuk dilakukan perombakan, juga menjaga agar tidak merusak konstruksi.

"Terus yang nggak kalah penting bahwa di sini kita akan menekankan bahwa mereka akan mendapatkan pelayanan yang sama, dengan kamar bentuk yang sama. Bukan luasannya, kita ga perdebatkan dengan luasannya," ujar Tejo. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Antara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved