Berita Kabupaten Ende

Jelang Tahun Politik RRI Ende Diminta Tetap Jaga Netralitas

Menjelang tahun politik seperti pelaksanaan Pileg dan Pilpres RRI Ende diminta menjaga netralitasnya sebagai lembaga penyiaran public .

Jelang Tahun Politik RRI Ende Diminta Tetap Jaga Netralitas
pos kupang.com, romualdus pius
DIALOG/Audince yang menghadiri dialog interaktif RRI Ende 

Laporan Reporter Pos Kupang.Com, Romualdus Pius

POS-KUPANG.COM,ENDE---Menjelang tahun politik seperti pelaksanaan Pileg dan Pilpres RRI Ende diminta tetap menjaga netralitasnya sebagai lembaga penyiaran public karena bagaimanapun RRI adalah corong masyarakat yang harus senatiasa bersikap netral.

Tokoh wanita sekaligus politisi Partai Golkar Kabupaten Ende, Meggy Sigasare mengatakan hal itu pada acara dialog interaktif yang diselenggarakan oleh RRI Ende, Jumat sore (14/9/2018) di Studio RRI Ende, Jalan Melati Kota Ende.

Baca: Sidang DKKP Tidak Mempengaruhi Hasil Pilkada Ende

Baca: DKKP RI Tolak Permohonan atas Bawaslu Ende

Baca: Alor Juara Cabor Sepakbola! Begini Suasana di Lapangan TNI AU Penfui Kupang

Meggy mengatakan bahwa sebagai media milik public maka sudah seharusnya RRI Ende tetap menjaga independesinya dan juga bersikap netral apalagi memasuki tahun politik seperti Pileg dan Pilpres.

Tokoh wanita lainnya yang juga adalah Ketua 1 Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif), Anna Maria Gadi Djou SH M.Hum meminta kepada RRI Ende agar tetap berpijak pada kebenaran dan hati nurani sehingga dengan demikian keberadaan RRI Ende masih bisa dipercaya di mata public.

Sedangkan pendengar RRI Ende yang juga adalah mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Ende, Esterina Sagajoka mengatakan bahwa meskipun secara kelembagaan RRI Ende bersikap netral namun demikian pada tataran aplikasi di lapangan masih ada yang bersikap tidak netral dan hal itu hendaknya menjadi catatan bagi RRI Ende karena orang yang bekerja di lapangan itu bukan atas nama pribadi namun atas nama lembaga RRI Ende.

Bupati Ende, Ir Marsel Petu mengharapkan agar RRI Ende harus tetap memiliki jati diri sebagai radio milik public yang senantiasa menyiarkan konten-konten local dan budaya daerah setempat meskipun saat ini tengah memasuki era globalisasi.
Hal tersebut dikatakan Bupati Ende, Ir Marsel Petu saat menjadi narasumber dalam acara dialog interaktif yang diselenggarakan oleh RRI Ende, Jumat sore (14/9/2018) di Studio RRI Ende.

Bupati Marsel mengatakan bahwa pihaknya mengapresiasi keberadaan RRI Ende yang memiliki berbagai peralatan kerja modern namun demikian itu adalah alat kerjanya sedangkan konten penyiarannya harus tetap berpijak pada budaya local atau budaya Indonesia karena bagaimanapun RRI adalah corong masyarakat dan pemerintah.

“Jangan ambil konten siaran dari Amerika atapun Cina serta Eropa karena segmen pendengar RRI adalah masyarakat local khususnya di Ended an Flores,”kata Bupati Marsel.

Untuk diketahui RRI Ende menggelar dialog interaktif dengan tema penguatan netralitas dan independensi RRI sebagai lembaga penyiaran public, Jumat sore (14/9/2018) yang berlangsung di Studio RRI Ende, Jalan Melati, Kota Ende dengan menghadirkan Bupati Ende, Ir Marsel Petu dan mantan Bupati Ende, Drs Paulinus Domi serta Ketua 1 Yayasan Perguruan Tinggi Flores (Yapertif), Anna Maria Gadi Djou SH M.Hum. (*)

Penulis: Romualdus Pius
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help