Berita Kabupaten TTU Terkini

11 Puskesmas di TTU Telah Diakreditasi

Sebanyak 11 puskesmas yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah di akreditasi oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

11 Puskesmas di TTU Telah Diakreditasi
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Puskesmas Napan, salah satu puskesmas yang telah diakreditasi. Gambar diambil, Minggu (16/9/2018). 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Sebanyak 11 puskesmas yang berada di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) telah di akreditasi oleh Kementrian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia.

"Sampai dengan saat ini akreditasi puskesmas di TTU sudah mencapai 11 unit," kata Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten TTU, Robertus Tjeunfin, S.Kep,. Ns,. MPH kepada POS-KUPANG.COM di Kefamenanu, Minggu (16/9/2018).

Robertus mengatakan, pemerintah melalui Dinas Kesehatan Kabupaten TTU menargetkan delapan puskemas akan diakreditasi pada tahun 2018 ini.

Baca: Menteri Basuki Dorong Lompatan Inovasi BUMN Wujudkan Capaian 100% Layanan Air Minum

"Pada bulan oktober, november, dan desember tahun ini kita mengejar kita mengejar lagi target delapan puskesmas yang akan disurvei oleh tim surveyer Kemenkes RI," ungkap Robertus.

Dengan melakukan delapan akreditasi lagi pada tahun 2018, tambah Robertus, maka jumlah puskemas yang telah diakreditasi di Kabupaten TTU sebanyak 19 unit.

"Jadi sekitar 75 persen dari 26 puskemas sudah diakreditasi, sehingga pelayanan kesehatan untuk seluruh masyarakat di Kabupaten TTU diharapkan semakin bermutu," jelas Robertus.

Sejak tahun 2015, jelas Robertus, Kabupaten TTU merupakan salah satu Kabupaten yang melaksanakan pilot projek untuk memulai melakukan akreditasi di seluruh puskesmas yang ada di daerah itu.

" Kami dari tahun 2015 sudah menjadi tempat untuk melakukan pilot projek dan pada tahun 2016 menjadi tempat studi banding se NTT, sehingga hampir semua kabupaten datang studi banding disini," ungkap Robert.

Strategi yang dipakai atas pencapaian tersebut, kata Robertus, adalah dengan mendorong peran serta masyarakat dengan melakukan perencanaan dan pelaksanaan yang dimulai dari bawah dengan melibatkan masyarakat.

"Sehingga kami juga mengadvokasi pemerintah desa agar anggaran dana desa juga di siapkan untuk kesehatan minimal 10 persen," katanya.

Robertus menjelaskan, rata-rata semua desa di Kabupaten telah menganggrkan dana desa untuk sektor kesehatan. Bahkan ada satu desa yang menganggarkan dana sesa sampai 20 persen.

"Sehingga kita terus mendorong masyarakat untuk terus berpartisipasi masyarakat, bahwa masalah kesehatan tanggungjawabnya bukan saja dari pemerintah kabupaten, tapi pemerintah desa juga berperan," jelas Robertus. (*)

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help