Opini Pos Kupang

Catatan kecil dari Pertemuan CAFÉ 2018 Bangkok-Thailand

Kekuatan pendampingan adalah salah satu strategi dan misi untuk membantu seseorang semakin menjadi dirinya sendiri

Catatan kecil dari Pertemuan CAFÉ 2018 Bangkok-Thailand
ISTIMEWA
Inilah perwakilan Gerakan Mahasiswa Kristiani Asia Pasifik yang bertemu di Bangkok Thailand, 11-19 September 2018. 

Oleh RD Maxi Un Bria
Moderator PMKRI Cabang Kupang

POS-KUPANG.COM -- Kekuatan pendampingan adalah salah satu strategi dan misi untuk membantu seseorang semakin menjadi dirinya sendiri, bertumbuh dalam kesadaran tentang yang benar dan baik serta memiliki target-target yang terukur sesuai dengan keberadaannya dan tujuan hidup yang direncanakan. Care and sharing.

Peduli dan berbagi adalah dua kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang terjadi dalam CAFÉ 2018 (Chaplains and Animators Formation and Exchange 2018) hari-hari ini. Pertemuan para pendamping, moderator, animator dan formator perubahan organisasi-organisasi Mahasiswa Katolik Asia Pasifik berkesan.

Camillian Pastoral Center adalah tempat kegiatan itu berlangsung. Tidah jauh dari Bangkok, kota yang terkenal dengan julukan negeri gajah putih sebagai yang unik di Asia tenggara ini. Sebuah tempat representatif bagi terlaksananya pertemuan-pertemuan bertaraf internasional.

Selain berada di pinggir Kota Bangkok juga tidak jauh dari bandara internasional. Hanya 20 -30 menit jarak tempuh dari Suvarnabhumi Airport. Para peserta dapat mengikuti pertemuan, sharing dan studi bersama tentang dinamika dan metode pendampingan organisasi-organisasi mahasiswa Katolik di negara masing-masing.

CAFÉ 2018 diselenggarakan International Movement Catholik Student Asia Pacific berlangsung dari tanggal 11-19 September 2018.

Workshop dan studi bersama ini menghadirkan Fratern Masawe, SJ sebagai pembicara kunci dengan Tema Misi Pendampingan. "Sebagaimana dua murid yang berjalan ke Emaus dalam kebingungan, mereka diteguhkan dengan kehadiran Yesus yang berjalan bersama mereka."

Spiritualitas misi pendampingan bagi mahasiswa di Gereja, di komunitas dan di Kampus menjadi satu panggilan bagi para pendamping, moderator dan animator agar para mahasiswa dalam berbagai aktivitasnya dengan gejolak dan tantangan, tetap memiliki nilai-nilai Kristiani, cinta kasih, kerendahan hati, pelayanan, keadilan, perdamaian, kebenaran, kejujuran dan pengorbanan.

Accompaniment-pendampingan yang berlanjut dan terukur melibatkan perhatian dan kehadiran yang murah hati. Seperti St. Yoseph dan Bunda Maria yang setia hadir mendampingi dan melindungi Yesus dari bahaya dan ancaman pembunuhan pada masa kecil dan remaja sebelum tampil di depan publik.

Para mahasiswa juga membutuhkan pendampingan yang baik, terprogram dan berlanjut sebagai bagian dari panggilan dan kepedulian dan kerasulan Gereja dalam mempersiapkan kader pemimpin dan pelayan masyarakat, gereja dan negara di masa depan.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help