Berita Kabupaten Belu

Warga Desa Lakanmau-Belu Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Selama Empat Tahun

Warga Desa Lakanmau-Belu Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Selama Empat Tahun

Warga Desa Lakanmau-Belu Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Selama Empat Tahun
Foto warga untuk POS-KUPANG.COM
Inilah jalan rabat beton di Desa Lakanmau yang diduga asal jadi 

POS-KUPANG.COM - Warga Desa Lakanmau-Belu Laporkan Dugaan Penyimpangan Dana Desa Selama Empat Tahun.

Sejumlah perwakilan warga Desa Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, Kabupaten Belu, Provinsi NTT melaporkan kepala desanya atas dugaan penyimpangan dana desa selama empat tahun terakhir.

Laporan warga desa ini dialamatkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Belu di Atambua pada Kamis (13/9/2018).

Baca: Seorang Remaja Tega Bunuh 2 Adik Kandungnya yang Masih Balita, Alasannya Tak Masuk Akal

Baca: Polemik Iklan Bendungan Pemerintahan Jokowi Tayang di Bioskop, Kemenkominfo: Tak Akan Dicopot

Baca: Kronologi Bule Cantik Asal Norwegia Diperkosa Karyawan Vila di Bali, Simak Video Beritanya

Perwakilan Warga Desa Lakanmau saat menyerahkan laporan dugaan penyimpangan dan desa ke Kejari Belu, Kamis (13/9/2018)
Perwakilan Warga Desa Lakanmau saat menyerahkan laporan dugaan penyimpangan dan desa ke Kejari Belu, Kamis (13/9/2018) (Foto warga Untuk POS-KUPANG.COM)

Koordinator perwakilan warga desa, Antonius Bau kepada POS-KUPANG.COM dari Atambua ke Kupang, Jumat (14/9/2018) mengatakan, laporan dugaan penyimpangan itu telah disampaikan dan tinggal menunggu tindaklanjut dari pihak kejaksaan negeri Belu.

“Kemarin saya dan beberapa teman sudah laporkan ke Kejari Belu dan laporan kami diterima bagian tata usaha untuk dilanjutkan kepada pimpinan,” kata Antonius.

Dikatakannya, dalam laporan tersebut, mereka sudah melampirkan bukti dan data pendukung berupa foto-foto dugaan penyimpangan dimaksud.

Menurutnya, data detail mengenai besaran anggarannya tidak dapat diakses karena mulai dari proses perencanaan sampai pelaksanaannya dilakukan secara tertutup dan masyarakat tidak dilibatkan.

“Kami sudah mencoba meminta terkait Anggaran dan Pendapatan belanja Desa (APBDes) dan rencana anggaran dan biaya (RAB) tetapi kami dipersulit bahkan menurut Kepala Desa dan seksi Pemdes Kecamatan mengatakan dilarang untuk dibagikan ke masyarakat,” jelas Antonius.

Lebih lanjut Antonius mengatakan, dalam laporan tersebut, mereka menyampaikan ada sejumlah program yang diduga bermasalah pada tahun 2017.

Baca: VIDEO : Sidang Vonis Marianus Sae di PN Tipikor Surabaya

Baca: Karyawan Vila Perkosa Turis Norwegia di Bali Usai Lakukan Hal ini Bersama-sama

Baca: Cantiknya Elizabeth Tjandra, Istri Ketua Tim Sukses Jokowi-Maruf, Ini Fotonya!

Pekerjaan rehab kantor desa Lakanmau yang tidak tuntas dikerjakan
Pekerjaan rehab kantor desa Lakanmau yang tidak tuntas dikerjakan (Foto warga untuk POS-KUPANG.COM)

Masalah-masalah tersebut, lanjut Antonius antara lain:

Halaman
1234
Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved