Berita Kota Kupang

Ini Kesaksian Tenggelamnya Sonlai! Korban Teriak Minta Tolong Sebelum Menghilang

ibu-ibu berteriak melihat Fransiskus berusaha meninta tolong sebelum tenggelam pada saat magrib itu

Ini Kesaksian Tenggelamnya Sonlai! Korban Teriak Minta Tolong Sebelum Menghilang
POS KUPANG.COM/RYAN NONG
Tim SAR Kupang bersama Polisi dan warga melakukan pencurian terhadap Fransiskus Sonlai (24) nelayan yang tenggelam pada Rabu (12/9/2018) petang di pantai pasir Panjang Kota Kupang. 

Laporan POS-KUPANG.COM, Ryan Nong

POS-KUPANG.COM | KUPANG – Anis (65) warga Pasir Panjang yang juga rekan kerja korban tenggelam Fransiskus Sonlai (24) pada pada kapal ikan milik Moris Nais mengungkapakan saat sebelum tenggelam korban sempat berteriak minta tolong dan mengagkat tangannya untuk memberi tanda kepada warga yang saat itu berada di tepi pantai.

Hal itu dikatakan Anis pada Kamis (13/9/2018) dinihari ketika melaporkan kejadian itu kepada pihak Polsek Kelapa Lima Polres Kupang Kota.

Baca: Pesawat YusiAir Terbakar di Bandara Wunopito - Lembata

Baca: Empat Jam Pencarian Tim SAR! Nelayan Tenggelam di Pantai Pasir Panjang Belum Ditemukan

Anis menuturkan bahwa pada saat kejadian ada ibu-ibu yang saat itu sedang duduk di tepi pantai yang sempat berteriak ketika beberapa rekan korban sedang asyik memperbaiki dan menjahiti jala yang robek di tempat itu.

“Ada ibu-ibu yang berteriak bahwa melihat Fransiskus berusaha meninta tolong sebelum tenggelam pada sat magrib itu,” ungkap Anis.

Mendengar teriakan itu, Anis lalu segera melepaskan pekerjaannya dan menuju pantai untuk berenang mendapatakan korban. Namun sial tak dapat dihadang, hingga beberapa meter jaraknya, ia tidak lagi menemukan korban karena telah menghilang dari tempat itu.

Anis menceritakan, korban Fransiskus adalah rekannya yang bekerja bersama di kapal ikan yang hari itu tidak melaut karena jarring (pukat) pada kapal mereka sedang mereka jahiti dan perbaiki di pinggir pantai itu

“Saat itu korban sedang mengambil air di darat untuk masak di kapal. Saat balik ke kapal yang dilabuhkan sektar 200 meter dari pantai, ia menggunakan sampan kecil. Ketika sampai di kapal, tali sampan yang akan dia ikat terlepas sehingga terseret arus beberapa meter. Saat itulah korban meloncat kembali ke dalam air untuk mengambil perahu untuk ditambatkan di kapal,” cerita Anis.

Anehnya, lanjut Anis, setelah mendapatkan kembali perahu itu, korban tidak menaikinya untuk kmbali ke kapal tetapi tetap mendorong perahu itu dari dalam air sambil berenang.

“Saat itulah tiba-tiba saja korban berteriak dan meminta tolong dengan mengacungkan tangan berulang kali. Itu dilihat oleh ibu-ibu, lalu mereka berteriak juga. Jadi kemungkinannya saat berenang itu kakinya keram,” ungkap nelayan paruh baya itu.

Frans adalah nelayan asal Kabupaten TTU yang berdomisili di Desa Oebelo Kabupaten Kupang, dan sehari-harinya megikuti kapal ikan yang dimiliki oleh majikannya Moris Nais di Pasir Panjang Kota Kupang bersama dengan Anis dan beberapa rekan nelayan.

Anis yang sempat berenang untuk mencari di tempat itu pun menyerah setelah tidak mendapat korban yang telah hilang dari pandangan.

Beberapa warga pu langsung melaporkan kejadian itu kepada BASARNAS Kupang dan Polsek Kelapa Lima Kota Kupang.

Sekira pukul 18.30 Wita, tim SAR Kupang yang dipimpin oleh Pelaksana Harian Kantor BASARNAS Kupang N. Supardi bersama dengan tim dari Polsek Kelapa Lima dan warga melakukan pencarian kembali. Namun hingga pukul 22.40 wita, pencarian yang dilaksanakan belum membuahkan hasil sehingga dihentikan sementara untuk dilanjutkan pada Kamis (13/9/2018) pagi. (*)


Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved