Opini Pos Kupang

Ulasan Menarik Guru Besar Undana untuk Gubernur NTT yang Baru

Energi baru yang merupakan gebrakan baru itu antara lain para peladang tidak membakar ladang, ajak TKI

Ulasan Menarik Guru Besar Undana untuk Gubernur NTT yang Baru
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Gubernur Nusa Tenggara Timur Viktor Bungtilu Laiskodat (kiri) bersama Wakil Gubernur Josef Nae Soi (kanan) melakukan salam komando seusai pelantikan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/9/2018). 

Teknologi ramah lingkungan berbiaya murah, dapat diterapkan termasuk pemanfaatan sabit atau arit, sebagai alat pemotong rumput, cangkul membalik tanah serta memanfaatkan sampah-sampah di kebun sebagai pupuk organik.

Ajak TKI pulang

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang dikenal juga sebagai buruh migran telah lama berkembang di NTT dengan negara tujuan terutama Malaysia, Singapura, Hongkong dll. Di satu sisi TKI mendatangkan devisa, namun di sisi lain mendatangkan musibah dan keprihatinan.

Baca: BTS Rilis Teaser Bon Voyage Season 3, Fans Heboh Lihat Part ini, Bukti Jungkook BTS Sudah Dewasa!

Beberapa tahun terakhir NTT dikategorikan darurat human trafficking, korban perdagangan manusia, ada beberapa kasus pulang ke NTT dalam peti jenazah. "Total yang meninggal selama tiga tahun terakhir sebanyak 137 orang," kata Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans), Bruno Kupok, Selasa, 15 Mei 2018. Dari jumlah itu, menurut dia, laki-laki sebanyak 92 orang dan perempuan 45 orang (www.nttterkini.com)

Sebagai warga NTT, fakta ini tentu sangat memilukan, mengapa ini terjadi? jika diurut akar masalahnya adalah ekonomi, lapangan kerja di desa terbatas, pola pertanian yang subsisten belum komersial, belum berkembangnya kewirausahaan, budaya dagang, bisnis, di sisi lain pendidikan rendah, penegakan hukum lemah, banyak calo TKI, budaya oko mama yang disalahgunakan, keterampilan sangat terbatas, etos kerja rendah, kurangnya pemahaman terhadap bahasa dan budaya negara tujuan.

Pekerjaan yang dapat dijangkau hanya sebagai pekerja domestik yang berupah murah, jam kerja tidak jelas, seperti pengurus rumah tangga, pengurus bayi, pengurus anak, pengurus lansia, juru masak, tukang kebun dan sopir keluarga.

Di luar pekerjaan domestik TKI asal NTT hanya sebagai buruh perkebunan kelapa sawit, buruh bangunan. Kondisi TKI seperti ini rentan terhadap penipuan, pelecehan, penelantaran, kriminal sejak di desa asal sampai di luar negeri.

TKI asal NTT harus dijadikan owner di daerahnya, kata Gubernur Viktor, menjadi pemilik, menjadi pelaku usaha tani/ternak/perikanan dan menjadi wirausaha bidang pertatanian, peternakan dan perikanan di daerah sendiri.

Pengembangan Pariwisata

NTT kaya dengan obyek wisata, baik wisata alam maupun wisata budaya, ada hewan langka Komodo dan Danau Kelimutu yang merupakan destinasi wisatawan mancanegara, budaya menangkap ikan paus, di Flores, ada tarian dan tenun ikat di semua kabupaten. Ada Pasola dan peninggalan megalitikum, ada tenun ikat sehingga ada hotel termahal di dunia, yakni hotel Nihi Watu di Sumba.

Halaman
123
Editor: Putra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved