Berita Kabupaten Nagekeo

P2TP2A Nagekeo Dampingi Korban Kasus Pemerkosaan

Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Nagekeo akan mendampingi korban kasus pemerkosaan.

P2TP2A Nagekeo Dampingi Korban Kasus Pemerkosaan
POS KUPANG.COM/GORDI DONOVAN
Paman dan Bibi korban saat diruangan P2TP2A Nagekeo di Mbay, Rabu (12/9/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Nagekeo akan mendampingi korban kasus pemerkosaan.

Saat ini P2TP2A Nagekeo sedang mendampingi korban pemerkosaan yang terjadi Sabtu (8/9/2018).

Baca: Menteri Basuki Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung PII

Baca: Apresiasi bagi Para Pendukung Keberhasilan Penyelenggaran Asian Games ke -18 Tahun 2018

P2TP2A akan menfasilitasi korban dan keluarga hingga selesai. Baik bantuan pemulihan psikis korban dan pendampingan keluarga korban hingga saat persidangan kasus itu dipengadilan.

"Kasus itu terjadi hari Sabtu (8/9/2018) sekitar pukul 20.00 Wita ke arah Ratedao dihutan Malagase. Itu menurut pengakuan dari paman dan bibi korban. Korban adalah VA (17) kelas XI salah satu SMA di Nagekeo," papar anggota P2TP2A Nagekeo, Kristina Wea, (12/9/2018).

Kristina mengatakan ayah dari korban sudah meninggal dunia dan ibunya sedang bekerja diluar daerah. Selama ini korban tinggal dengan paman dan bibinya di Tonggorambang Aesesa Kabupaten Nagekeo.

"Kami anggota P2TP2A atas perintah ketua dan sekretaris untuk fasilitasi mereka. Bibi dan pamannya yang datang ke kantor untuk lapor.

Bibinya itu Rahman Tolo (48) dan pamannya Irwan Repi (37). Yang hubungan dekat itu bibinya. Kejadiannta sore Sabtu (8/9/2018).

Menurut keterangan dari bibi dan pamannya setelah pulang sekolah bersama teman dan ketemu lah dengan laki-laki bonceng terlebih dahulu tiga orang.

Antar teman dari VA yang bernama (Y) dulu di Danga dan jam 20.00 Wita langsung jemput menuju Malagase. Nona itu tidak mau dan pingsang saat pinsang itu nona diperkosa.

Setelah itu, pelaku hantar korban menuju rumah neneknya di Ratudosa dan saat itu bibi dan pamannya sudah lapor polisi karena sudah jam begitu VA belum balik rumah," ujar Kristina.

Ia mengatakan saat itu juga setelah diketahui korban sedang dirumah neneknya Polisi langsung menjemput VA (17) dan jemput pelaku di Aeramo. Sampai dikantor polisi baru diketahui oleh keluarga korban diperkosa.

"Kami akan memafisilutas dan mendampingi apabila dan ambil keterangan BAP di Polsek kalau ada hal yang harus kami lengkapi dan dampingi. Kami siapakn kendaraan untuk fasilitas selama proses persidangan. Kami memfasiltasi korban dan sampai selesai dan sampai keputusan hukum kami tetap dampingi," papar Kristina.

Ia mengatakan pihaknya juga akan melakukan rehabilitasi psikologi bagi korban dan kalau misalkan butuh perawatan akan dilakukan Rumah sakit dan Puskesmas.

"Korban dan keluarga trauma dan kami akan berkoordinasi dengan dinas sosial. Koordinasi dengan Dinsos ke Kupang di Pantai Asuhan di Noelbaki. Sudah banyak yang didampingi P2TP2A Nagekeo sedang direhabilitasi di Panti Asuhan di Kupang," papar Kristina.

Pelaku Sudah Ditahan

Kapolsek Aesesa, AKP Ahmad, SH, mengatakan, laporan resmi sudah diterima dengan Nomor : LP / 103 / IX / 2018 / NTT / Polsek Aesesa Tanggal 09 September 2018.

Ia mengaku pelaku saat ini sudah ditahan di ruangan sel tahan Polsek Aesesa. Pelaku adalah warga Aeramo Mbay bernama FL (21).

"Menangkap pelaku dan sekarang pelaku sudah di amankan di sel Polsek Aesesa dan melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi petunjuk mengarah kepada pelaku," papar AKP Ahmad. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help