Berita Kabupaten TTU

Tersandung Kasus Korupsi Dua Kades di Kabupaten TTU Diberhentikan

tersandung kasus korupsi pengelolaan dana desa, Kades Noenas, Milikhior Pot Aomenu dan Kades Lanaus, Yohanes Sumu diproses

Tersandung Kasus Korupsi Dua Kades di Kabupaten TTU Diberhentikan
POS KUPANG.COM/DION KOTA
Kepala BPMD Kabupaten TTU, Drs juandi David 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota 

POSKUPANG.COM, KEFA - Akibat tersandung kasus korupsi pengelolaan dana desa, Kepala Desa Noenas, Kecamatan Miomafo Tengah, Milikhior Pot Aomenu dan Kepala Desa Lanaus, Kecamatan Insana Tengah, Yohanes Sumu diproses untuk diberhentikan.

Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa ( BPMD) Kabupaten TTU sedang menunggu surat pemberitahuan dari pihak kejaksaan terkait status kedua Kades nakal tersebut guna melengkapi berkas pemberhentian keduanya. 

Baca: Wakil Gubernur NTT Josef Nae Soi Buka Porprov NTT 2018

Baca: Ramalan Zodiak Hari Ini, Selasa 11 September 2018, Aries Berhati-Hati, Gemini Sibuk, Zodiak Lain?

" Kita sudah laporkan ke Pak Bupati juga terkait ulah kedua Kades ini dan proses pemberhentiannya sedang berjalan. Kita sisa menunggu surat pemberitahuan dari pihak kejaksaan terkait status hukum keduanya.

Baca: Meriah Defile Kontingen Pembukaan PORProv NTT 2018

Baca: Segera Menikah Jika Ada 5 Tanda Dalam Hubunganmu Dengan Si Dia

Jika suratnya sudah ada maka proses pemberhentian keduanya akan dilakukan secepatnya," ujar Kepla BPMD Kabupaten TTU, Juandi David kepada pos kupang, Selasa (11/9/2018) di Kota Kefamenanu. 

Selain dua Kades yang tersandung kasus korupsi, lanjut Juandi, BPMD juga sedang memproses pemberhentian tiga Kades lainnya dengan alasan maju sebagai calon legislatif.

‎Ketiga Kades tersebut yaitu, Kades Luniup, Kecamatan Biboki Moenleu, Brando Sonbiko, Kades Tainsala, Kecamatan Insana Tengah, Rofinus Manikin dan Kades Sapaen, Kecamatan Biboki Utara, Valentinus Makun.

Baca: Komentar Bripda Puput, Ahok BTP, Sean, Orangtua Dan Rekan Soal Rencana Pernikahan BTP dan Puput

Baca: Tetangga Ungkap Sikap Calon Istri BTP Bripda Puput Nastiti Devi

Ketiga memilih untuk maju bertarung dalam Pileg 2019 mendatang oleh sebab itu diwajibkan untuk memundurkan diri dari jabatan sebagai kepala desa.

"‎ Untuk berkas pemunduran diri  tiga Kades yang maju sebagai caleg saat ini SK Pemberhentian sudah berada di meja Bupati Raymundus Sau Fernandes untuk ditandatangani. Jika sudah ditandatangani maka ketiga Kades tersebut resmi diberhentikan dari jabatannya karena memilih maju sebagai Caleg," jelasnya.

Agar roda pemerintah di desa tetap berjalan, lanjut Juandi, pihaknya juga telah mengajukan usulan untuk penunjukkan pejabat sementara, bagi lima desa yang saat ini mengalami kekosongan jabatan Kades tersebut.

Baca: 3 Makanan Ini Dan Susu Bisa Menurunkan Gairah Bercinta Pria, Waspada

Baca: Ini Manfaat Positif Yang Bakal Kamu Dapatkan Dari Berciuman

Hal ini dilakukan untuk memastikan agar roda pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan tetap berjalan dengan baik. Apa lagi, saat ini masih dana desa sedang dalam proses pelaksanaan lapangan.

" Usulan untuk nama pejabat desa sementara sudah kita ajukan ke pak bupati. Saat ini kita menunggu persetujuan beliu. Kita berharap dalam waktu dekat sudah ada pejabat sementara di lima desa ini agar proses pemerintahan, pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan tetap berjalan dengan baik," pungkasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help