Berita Kabupaten Ngada

Stok Vaksin Anti Rabies di Dinkes Ngada Habis

tahun 2018 sampai dengan bulan Juli terdapat 1.010 orang yang terkena kasus gigitan hewan penular rabies seperti anjing, kucing

Stok Vaksin Anti Rabies di Dinkes Ngada Habis
POS KUPANG/EUGENIUS MOA
Anjing diduga terjangkit virus rabies disembelih warga Dusun Bao Ponun, Desa Nitakloang, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Pulau Flores, sebelah menggigit dua anak warga dusun itu, Jumat (6/4/2018) dan Minggu (8/4/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Kepala Bidang Pemberantasan dan Pencegahan Penyakit (P2P), Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada Agung Artanaya, kepada POS KUPANG.COM diruang kerjanya, mengatakan, sejak Senin (3/9/2018) stok Vaksin Anti Rabies (VAR) di Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada telah habis.

Ia mengatakan tahun 2018 sampai dengan keadaan bulan Juli terdapat 1.010 orang yang terkena kasus gigitan hewan penular rabies seperti Anjing, Kucing dan Kera di Kabupaten Ngada.

Baca: Angin Putiung Terjang RSUD Ruteng. Pasien Kaget

Baca: Wakil Ketua Umum Mayjen Purnawirawam Suwarno Sebut NTT Serius Kembangkan Olahraga

Untuk kasus gigitan hanya dilayani di Rabies Center yang mana dipusatkan di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Ngada.

Stok VAR untuk Kabupaten Ngada memang masih tersedia di Dinas Kesehatan Propinsi NTT sebanyak 1.000 Vial dimana untuk 1.000 Vial hanya diperuntukkan bagi 250 orang korban gigitan karena satu korban harus mendapat 4 kali suntikan.

"Kita belum ambil di Kupang karena untuk ambil biasanya dengan Vaksin lainnya. Kita memang usahakan agar secepatnya dapat mengambilnya di Kupang,"'kata Agung, Senin (10/9/2018).

Ia mengatakan hampir setiap hari korban gigitan hewan penular rabies selalu datang untuk suntik VAR dan karena kehabisan VAR di Dinkes Ngada maka disarankan untuk membeli sendiri di Apotik juga menyarankan untuk ke wilayah lain seperti di Kabupaten Nagekeo yang masih tersedia Vaksin Anti Rabies.

Kepala Puskesmas Waepana, Ety Kromen, mengatakan, selama ini bila ada korban gigitan hewan penular Rabies pihaknya melakukan upaya pencucian luka korban sebelum diantar ke Rabies Center di Bajawa untuk memperoleh VAR.

Ia menegaskan cara yang paling ampuh adalah eliminasi pada hewan penular rabies.

Langkah ini penting dan kalaupun terkait adat istiadat yang mana melekat dalam kehidupan masyarakat khusus Anjing maka yang perlu dieliminasi adalah anjing yang berkeliaran atau tidak dikurung atau diikat.

"Kalau ada aturan yang jelas maka eliminasi saja anjing yang berkeliaran. Sampai saat ini juga belum ada yang menjamin bahwa ternak yang sudah divaksin maka aman dari Rabies," ujar Ety. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved