Berita Kabupaten TTS

Sekda TTS Keluhkan Juknis DAK yang Sering Terlambat

Sekda TTS mengeluhkan Juknis pelaksanaan kegiatan dana alokasi khusus yang tiap tahun selalu terlambat. Hal ini membuat pelaksanaan

Sekda TTS Keluhkan Juknis DAK yang Sering Terlambat
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Sekda TTS, Marthen Selan 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Sekda TTS, Marthen Selan mengeluhkan Juknis pelaksanaan kegiatan dana alokasi khusus ( DAK) yang tiap tahunnya selalu datang terlambat. Hal ini membuat pelaksanaan kegiatan terhambat, bahka tidak sedikit anggaran yang tidak bisa dicairkan karena juknis yang terlambat.

" Kita sudah buat perencanaanya satu tahun anggaran sebelumnya, tetapi harus menunggu juknis datang baru bisa dilaksanakan. Saat juknis datang, ternyata tidak sesuai dengan perencanaan, sehingga harus dilakukan penyesuaian dengan juknis lagi.

Baca: Meningkat Kasus Diare! Kepala Puskesmas Bati-TTS Tak Pulang Rumah

Baca: Kuota CPNS Pemkab Nagekeo 237 Formasi! Ini Penjelasan Resmi Kepala BKD

Padahal, juknisnya datang di bulan Juni. Ini mau kerja bagaimana? Dan hal ini menjadi keluhan hampir seluruh daerah," ungkap Sekda Marthen.

Ia menjelaskan, bahwa DAK yang masuk masih secara gelondongan sehingga membutuhkan juknis untuk rincian kegiatannya. Ia mencontohkan, anggaran DAK pendidikan yang masuk diawal tahun belum dirinci untuk item kegiatan-kegiatan apa saja, sehingga harus menunggu juknis untuk mendapatkan rincian itemnya. Sedangkan juknisnya datang terlambat.

" Perencaan sudah kita buat, tetapi harus menunggu juknis untuk disesuaikan lagi. Kalau tidak sesuai kita harus koordinasi dengan pusat untuk disesuaikan. Sedangkan juknis datangnya sudah di bulan Juni, kita mau sesuaikan waktu sudah tidak cukup. Akhirnya dana tidak bisa dicairkan," keluhnya.

Untuk diketahui, Kepala Badan Infrastruktur dan Pengadaan Barang dan Jasa, Kabupaten TTS, Otniel Tahun mengatakan, 11 Miliar dana alokasi khusus ( DAK) 2018) Kabupaten TTS untuk membiayai empat paket fisik mengalami gagal lelang.

Akibatnya, dana tersebut tidak bisa dicairkan karena hingga batas waktu akhir pengajuan pencairan DAK, 21 Juli keempat paket fisik tersebut mengalami gagal lelang. (*)

Baca: Rusa Mati Dalam Kawasan TNK di Pulau Padar! Pihak TNK Langsung Cek Lapangan

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help