Berita Kabupaten Kupang

Merasa Takut! 12 Siswa SD GMIT Tanah Merah Pindah Sekolah

menerima sebanyak 12 siswa SD GMIT Oebelo memilih pindah karena orangtua mereka merasa takut menyekolahkan anaknya

Merasa Takut! 12 Siswa SD GMIT Tanah Merah Pindah Sekolah
POS KUPANG.COM/GECIO VIONA
Mariajina Soares S.Pd Kepala Sekolah SD Kristen Rehobot ketika ditemui POS-KUPANG.COM di halaman sekolah di sekolah tersebut yang berada di RT 22 RW 08 Dusun 4 desa Oebelo, Keamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Senin (28/8/2018) 

"Hari ini saja di kelas saya 8 anak tidak masuk, karena mereka bilang masih takut dengan bentrok kemarin. Baru orangtua juga masih was-was suruh anak mereka ke sekolah karena belum ada perdamaian," katanya

"Mereka (orangtua siswa) juga tidak tahu informasi jadi mereka juga terkadang SMS (Short Message Service) bilang ibu anak saya sudah aman kah tidak kalau ke sekolah begitu," jelas Noni.

Selain itu, ia juga menjelaskan, ada beberapa siswa yang masih trauma pasca bentrokan terjadi dan itu dirasakan saat kegiatan belajar mengajar berlangsung.

"Saat di kelas juga para siswa was-was dan khawatir apalagi kalau ada bunyi lonceng atau ada orang teriak-teriak di luar kelas mereka langsung cepat-cepat lihat ke luar kayak begitu," ungkapnya

Dirinya berharap, upaya perdamaian segera dilakukan oleh pihak pemerintah, para tokoh adat, dan tokoh masyarakat kedua desa yang bentrok sehingga siswa tidak terus menerus dirugikan dan situasi antar dua desa lebih kondusif

"Harus segera urus damai sehingga orangtua juga tahu sudah damai dan mereka tidak was-was kalau anak mereka ke sekolah," katanya.

Armindo Bosco (43), orangtua murid yang bertempat tinggal di desa Oebelo ditemui POS-KUPANG.COM di halaman sekolah tersebut mengatakan, dirinya setiap hari mengantar dan menunggu anaknya hingga usai kegiatam belajar mengajar karena merasa takut jika ada bentrokan susulan.

"Kami setiap hari jaga anak-anak kami di sekolah, banyak anak yang belum masuk sekolah karena situasi belum ada perdamaian," ungkapnya

Dirinya berharap, upaya damai yang telah dibicarakan oleh Pemprov NTT dan instansi terkait segera ditindaklanjuti dengan kerja nyata sehingga warga dan anak sekolah bisa tenang dan menjalankan aktivitas sehari-hari dengan nyaman.

"Harapan kami percepat perdamaian supaya anak-anak kami yang sekolah dan kemana-mana termasuk kami orangtua aman dan bebas. Apalagi anak kami. Yang sekolah di sini agak baik karena kami orangtua jaga. Tapi bagaimana dengan yang sekolah di luar," katanya (*)

Penulis: Gecio Viana
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved