Berita Kabupaten TTS

Meningkat Kasus Diare! Kepala Puskesmas Bati-TTS Tak Pulang Rumah

Air di sini susah kakak makanya masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih. kesulitan air bersih terjadi lantaran adanya oknu

Meningkat Kasus Diare! Kepala Puskesmas  Bati-TTS Tak Pulang Rumah
pos kupang.com, dion kota
i Kabid Penanganan dan Pencegahan Penyakit, dr. Maltilda Kase 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POS KUPANG.COM, SOE – Kepala Puskesmas ( Kapus) Bati, Solinda Kolimon mengaku seminggu terakhir tak bisa pulang ke rumah karena harus menangani pasien kasus diare di Disa Leloboko, Halmei dan Desa Nefukoko.

Dia mengatakan, dalam seminggu terakhir angka kasus diare meningkat hingga menembus puluhan. Ia menegaskan, hingga saat ini tidak ada pasien diare yang meninggal sehingga tidak masuk kategori kejadian luar biasa (KLB)

" Kakak itu bukan KLB, hanya peningkatan penyakit kasus diare. Memang dalam seminggu terakhir, angka kasus penyakit diare meningkat di desa Leloboko, Halmei dan Desa Nefukoko sampai angka 21 pasien.

Tetapi berangsur-angsur sudah menurun. Kami dari puskemas langsung lakukan penjaringan dari rumah ke rumah untuk mencari pasien penyakit diare dan melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

Seminggu terakhir, kami petugas Puskesmas Bati tidak pulang ke rumah karena harus melakukan penanganan kepada pasien penyakit diare dan syukurlah saat ini angkanya sudah mulai menurun," ungkap Solinda kepada pos kupang, Senin ( 10/9/2018) melalui sambungan telepon.

Kebanyakan pasien yang dirawat lanjut Solinda, merupakan anak-anak. Ia menjelaskan, peningkatan kasus diare di tiga desa tersebut disebabkan karena kekurangan air bersih dan masyarakat yang tidak menerapkan pola hidup sehat dengan baik.

Ia mengaku, saat ini masyarakat di tiga desa tersebut kesulitan memenuhi kebutuhan air bersih akibat pipa air yang mendistribusikan air ke pemukiman warga dipotong oleh oknum tidak bertanggung jawab.

" Air di sini susah kakak makanya masyarakat kesulitan dalam memenuhi kebutuhan air bersih. kesulitan air bersih terjadi lantaran adanya oknum tidak bertanggung jawab yang memutuskan pipa air," jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten TTS, dr. Eirene Ina Dwika Ate yang dikonfirmasi pos kupang melalui Kabid Penanganan dan Pencegahan Penyakit, dr. Maltilda Kase mengatakan, peningkatan kasus penyakit diare sudah mulai terjadi sejak  4 September lalu.

Berdasarkan data yang ada, 13 kasus terjadi di Desa Leloboko, 14 Kasus di Desa Halmei dan 8 Kasus di Desa Nefukoko. ‎Setelah dilakukan swiping, pengobatan dan sosialisasi, angka kasu penyakit diare mulai menurun dan kondisi pasien sudah berangsur- angsur pulih. Di Desa Halmei misalnya saat ini 14 pasien diare sudah dinyatakan sehat.

" Ada empat pasien yang dirawat di puskesmas, sedangkan pasien lainnya dirawat di rumah. Saat ini kondisi pasien sudah mulai pulih bahkan ada yang sudah dinyatakan sehat. Temuan kasus diare pun sudah tidak ditemukan lagi di desa Halmei dan Nefukoko hanya Desa Leloboko yang masih ditemukan tiga pasien penyakit diare," jelasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help