Kisah Gadis Korban Human Trafficking

Kebaikan Hati Soimah dan Perjuangan Simon Nahak Bawa Pulang Delvi Bete

Kebaikan Hati Soimah dan Perjuangan Simon Nahak Bawa Pulang Delvi Bete

Kebaikan Hati Soimah dan Perjuangan Simon Nahak Bawa Pulang Delvi Bete
Foto Richy untuk POS-KUPANG.COM
Kebaikan Hati Soimah dan Perjuangan Simon Nahak Bawa Pulang Delvi Bete- Simon Nahak memberikan bantuan saat mengantar Delvi Bete kembali ke kampungnya di Dusun Nekto, Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka (10/9/2018) 

POS-KUPANG.COM – Kebaikan Hati Soimah dan Simon Nahak'>Perjuangan Simon Nahak Bawa Pulang Delvi Bete.

Setelah menyelesaikan masa tahanannya dalam penjara, Delvi dibantu oleh seorang Ibu asal Sumbawa, Soimah.

Soimah mencari informasi dan meminta bantuan hingga Kedutaan Besar RI (KBRI) di Malaysia.

Berkat bantuan itu, Delvi akhirnya bisa kembali ke Jakarta.

Baca: Badan Penanggulangan Bencana Sumba Barat Droping Bantuan ke Kampung Bondo Maroto

Baca: Merasa Takut! 12 Siswa SD GMIT Tanah Merah Pindah Sekolah

Baca: 16 Siswa SD GMIT Oebelo Pindah Sekolah Pasca Bentrok antar Warga Oebelo vs Tanah Merah

Simon Nahak Diterima secara adat saat mengantarkan Delvi ke kampungnya di Dusun Nekto, Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Senin (10/9/2018)
Simon Nahak Diterima secara adat saat mengantarkan Delvi ke kampungnya di Dusun Nekto, Desa Raiulun, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, Senin (10/9/2018) (Foto Richy untuk POS-KUPANG.COM)

Selama beberapa tahun di Jakarta, Delvi tidak pernah mendapat informasi untuk bisa menghubungi keluarganya di kampung halamannya.

Soimah lantas menyerahkan Delvi ke Wisma NTT di Jakarta Selatan.

Beberapa orang di Wisma NTT coba menghubungi pihak keluarga, namun mereka kesulitan untuk mengontak keluarga.

Informasi itu pun sampai ke telinga Dr. Simon Nahak, SH.MH.

Dr. Simon Nahak yang merupakan seorang pengacara dan advokat ini pun langsung merespon baik dengan mencari tahu keberadaan keluarga Delvi.

Dr. Simon langsung menuju Jakarta dan menjemput Delvi untuk dibawa pulang ke Kupang.

"Saya sebenarnya membantu Delvi bukan karena dia keluarga saya atau karena saya sedang menyiapkan diri untuk bertarung menuju Senayan. Ini soal kepedulian kita akan kemanusiaan,” kata Dr. Simon kepada POS-KUPANG.COM di Kupang, Minggu (9/9/2018) malam.

Baca: Live Streaming RCTI, Indonesia vs Mauritius, Laga Uji Coba Jelang Piala AFF 2018

Baca: Simon Nahak Sapa Masyarakat Manumutin Malaka

Baca: Kampung Adat Bondo Maroto Terbakar! Pemda Sumba Barat Bangun Dapur Umum

Simon merasa miris karena kasus yang menimpa Delvi ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah baik dari Kabupaten Malaka maupun dari Provinsi.

“Tidak ada kepedulian dari pemerintah setempat untuk memulangkan anak ini. Ini hanya salah satu korban dari Human Tafficking.

Masih banyak orang seperti Delvi di Malaysia yang mengalami nasib sama," kata Simon Nahak.

Simon berterima kasih kepada KBRI yang sudah berusaha memulangkan Delvi ke Jakarta.

Juga kepada pengurus di Wisma NTT karena atas bantuan mereka, Delvi bisa sampai ke rumah keluarganya.

Bagi Simon, menjadi pekerjaan rumah bagi kepala daerah tingkat kabupaten dan provinsi untuk benar-benar memberantas mafia perdagangan manusia.

Baca: SBY Rayakan Ultah, Cantik dan Anggunnya Annisa Pohan Mengenakan Jilbab, Lihat Fotonya

Baca: Galaknya Nindi Asal TTS, TKW di Malaysia Dipukuli Hingga Berdarah dan Pingsan

Baca: Warga Korban Kebakaran Minta Terpal, Bahan Makan dan Air Bersih

“Pak gubernur dan wakil gubernur yang baru dilantik ini punya tekat dan komitmen untuk memberantas mafia ini.

 Kita dukung dan beri apresiasi agar tak ada lagi anak-anak kita yang menjadi korban,” ujarnya.

Pada Senin (10/9/2018), Simon mengantar langsung Delvi kembali ke rumah orangtuanya di Dusun Nekto, Desa Rai Ulun, Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka.

Kedatangan Delvi dan rombongan Dr. Simon Nahak disambut isak tangis sanak keluarga dan kedua orang tua.

Mereka juga menyambut kedatangan Delvi dengan upacara adat masyarakat Suku Nekmataus.

Ayah kandung Delvi, Siprianus Moruk sangat terharu menyaksikan anaknya kembali dalam keadaan sehat. 

Gubernur NTT dan Wagub NTT, Viktor B Laiskodat dan Josef Nae Soi dijemput Ketua DPRD NTT, H Anwar P Geno masuk ke Gedung DPRD NTT, Senin (10/9/2018)
Gubernur NTT dan Wagub NTT, Viktor B Laiskodat dan Josef Nae Soi dijemput Ketua DPRD NTT, H Anwar P Geno masuk ke Gedung DPRD NTT, Senin (10/9/2018) (POS KUPANG.COM/OBY LEWANMERU)

Viktor Laiskodat Ancam Patahkan Kaki Pelaku

Masalah human trafficking ( perdagangan manusia) di Provinsi Nusa Tenggara Timur ( NTT) mendapat perhatian serius dari Gubernur NTT Viktor Laiskodat.

Dilansir Kompas.com, dalam pidato perdananya pada rapat paripurna istimewa DPRD NTT, Senin (10/9/2018), Viktor Laiskodat secara tegas mengancam akan mematahkan kaki pelaku perdagangan manusia.

 "Kita akan kerja sama dengan Danrem Kupang dan Kapolda NTT. Yang mengirim TKI asal NTT ke luar dan menjadi budak, maka gubernur akan kasih uang untuk patahkan kakinya," tegas Viktor.

Pihaknya juga akan melakukan moratorium atau menghentikan sementara TKI asal NTT ke luar negeri.

Menurut Viktor, alasan dilakukan moratorium TKI karena perdagangan manusia adalah modus baru dari perbudakan di era modern.

Viktor menyebut, banyak calon TKI asal NTT yang menderita karena ditipu dan diperjualbelikan di dalam pasar gelap sebagai buruh murah, pekerja seks dan asisten rumah tangga yang tidak mendapatkan perlindungan yang layak.

Menurut kata mantan Ketua Fraksi Partai Nasdem DPR RI itu, ada banyak TKI yang dikirim pulang dalam peti jenazah.

Dia juga menukil data bahwa setiap tahun jumlah TKI asal NTT yang meninggal di luar negeri terus bertambah.

Pada tahun 2018 saja, sudah 72 TKI asal NTT yang meninggal di luar negeri. "Ini manusia bukan angka.

Kita kehilangan saudara dan keluarga kita. Ini bukan masalah angka. Ini sesuatu yang sangat serius," imbuhnya.

Karena itu, Viktor menegaskan agar semua pelaku perdagangan manusia, harus dibasmi sampai ke akar-akarnya.

"Sebagai kompensasi, kita akan menghadirkan program kewirausahaan bagi pemuda-pemudi NTT di kota dan desa, agar mereka diberdayakan melalui keterampilan dan modal kerja, untuk mengembangkan usaha di sektor usaha mikro kecil dan koperasi," tutupnya. (roy/habis)

Penulis: Fredrikus Royanto Bau
Editor: Fredrikus Royanto Bau
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved