Berita Kabupaten Ngada

Elen Watu Ajak Warga Gurusina Kembali Semangat

duka Gurusina adalah duka bangsa sehingga semua pihak mengambil bagian dalam memberikan bantuan dan membagi kasih untuk kejadian

Elen Watu Ajak Warga Gurusina Kembali Semangat
POS KUPANG/GORDI DONOFAN
Suasana ritual adat Se Ze'e atau Se Mae Da Ze'e (Pembersihan Kampung) di Kampung Gurusina Desa Watu Manu, Jerebu'u Kabupaten Ngada, Jumat (24/8/2018).

Laporann Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA --Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada, Elen Watu Djawa, mengajak, warga korban bencana kebakaran di Kampung Adat Gurusina, Desa Watumanu, Kecamatan Jerebuu agar kembali semangat melaksanakan kegiatan seperti semula.

Elen Watu mengaku duka Gurusina adalah duka bangsa sehingga semua pihak mengambil bagian dalam memberikan bantuan dan membagi kasih untuk kejadian memilukan tersebut.

Baca: Resmi, Ini Jumlah Jatah CPNS 2018 Bagi Kabupaten Kupang dan Nagekeo

Baca: Meningkat Kasus Diare! Kepala Puskesmas Bati-TTS Tak Pulang Rumah

Saat ini menurutnya warga Desa Watumanu secara khusus warga Kampung Gurusina sudah mulai beraktifitas sebagai petani dimana telah banyak yang ke kebun untuk mencari nafkah.

Pihaknya juga berharap agar pihak manapun yang akan bertemu warga korban bencana baik untuk mengambil data atau menyerahkan bantuan perorangan agar dapat dilakukan pada sore atau malam hari maupun langsung ke Posko yang ada.

"Korban kebakaran ada yang sampaikan kepada kami bahwa dilarang keluar jauh dari kampung. Kita harapkan mereka juga diberi kesempatan untuk kembali ke ladang mereka. Biarkan mereka kembali bangkit dari derita yang dialami," ujar Elen Watu, Selasa (11/9/2018).

Ia juga mengatakan saat ini bantuan yang masuk cukup banyak dan terdata semuanya secara baik.

Posko bantuan berupa makanan dan pakaian masih menerima bantuan dari berbagai pihak dan khusus untuk makanan setiap 4 atau 5 hari dibagi rata ke semua rumah korban dimana mereka sendiri yang mengatur di rumah tumpangan mereka.

Dapur umum hanya untuk panitia dan relawan juga tergantung kondisi diberikan juga makanan dari dapur umum bagi donatur yang datang dengan menyuguhkan makanan seadanya.

Uang riil yang diserahkan langsung di Posko saat ini jumlahnya di atas 300 juta dimana jumlah itu diluar dari sumbangan yang masuk ke Rekening yang dibuka panitia rehabilitasi maupun dari kelompok lainnya.

Saat ini yang paling dibutuhkan adalah bantuan untuk mempercepat proses pembangunan rumah darurat dimana membutuhkan Bambu, pelupuh juga balok untuk membangun rumah darurat karena walaupun telah dibantu 25 juta setiap rumah tetapi tentunya membutuhkan bahan dengan jumlah banyak dan juga tenaga kerja.

Sementara itu Pejabat Kepala Desa Watumanu Modesta Kurnia, mengatakan, musibah bencana kebakaran di kampung adat Gurusina tersebut banyak sekali orang yang memberikan bantuan.

Pihaknya tentunya memberikan apresiasi atas ketulusan itu dan menyampaikan terima kasih kepada semua komponen yang telah ikut membantu meringankan beban derita masyarakat Gurusina.
Dirinya berharap agar

"Pembangunan kembali kampung adat Gurusina dapat segera terwujud sehingga masyarakat dapat kembali menempati rumah leluhur mereka yang terbakar pada 13 Agustus 2018 lalu," ungkap Modesta. (*)

Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help