Berita NTT

Semua Izin Tambang Mineral di NTT Dicabut

usaha tambang telah membuat wajah NTT menjadi bopeng. Usaha tambang tidak layak dilakukan di NTT sebab pulau ini kecil

Semua  Izin  Tambang Mineral  di  NTT Dicabut
pos kupang.com, oby lewanmeru
Wakil Gubernur NTT, Josef Nae Soi. 

Direktur lembaga PADMA Indonesia (Pelayanan Advokasi untuk Keadilan dan Perdamaian Indonesia), Gabriel Goa mengatakan PADMA sangat mendukung langkah Gubernur NTT untuk moratorium tambang di Wilayah NTT.

Hal tersebut dijelaskan saat dihubungi POS-KUPANG.COM, Sabtu (8/9/2018) melalui layanan WhatsApp (WA).

Gabriel mengatakan, yang perlu dimoratorium, terutama tambang berskala besar seperti tambang mangan, tambang emas dan biji besi.

"Yang perlu dimoratorium itu tambang berskala besar. Sedangkan tambang tipe C, seperti tambang pasir di Naru, Kabupaten Ngada tidak perlu moratorium!" jelasnya.

Ia menegaskan, saat ini Gubernur NTT perlu memanggil dan meminta pertanggungjawaban Kadis Pertambangan, Kadis Kehutanan dan Lingkungan Hidup beserta OPD terkait lainnya untuk mengevaluasi, sekaligus menertibkan IUP (Izin Usaha Pertambangan) yang sudah dikeluarkan oleh Gubernur maupun Bupati2 di NTT.

Selain itu, lanjut Gabriel, perusahaan-perusahan tambang yang sudah melakukan pertambangan di NTT agar dituntut tanggungjawabnya melakukan recovery lokasi yang sudah rusak ekologisnya.

Ia juga meminta Gubernur NTT untuk tertibkan HGU-HGU (Hak Guna Usaha) di NTT yang merampas hak-hak ekonomi, sosial dan budaya masyarakat Adat Flobamora. 

309 Tambang

Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga awal tahun 2018 masih dikepung 309 izin tambang. Dari jumlah tersebut 70 izin yang sudah habis masa berlakunya berpeluang dilelang ulang oleh pemerintah daerah.

Dalam keterangannya kepada Pos Kupang, Rabu (14/3/2018), Kepala Kampanye Jaringan Advokasi Tambang (Jatam), Melky Nahar menjelaskan, sebanyak 309 izin tambang itu tersebar di 17 kabupaten di NTT.

Halaman
1234
Penulis: Oby Lewanmeru
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help