Berita Kabupaten Malaka

Pasaran Asam Labih Bagus Ketimbang Jagung dan Kacang Hijau

Setiap musim panen asam, pedagang atau tengkulak masuk keluar kampung di Kabupaten Malaka mencari asam. Harga asam di Malaka

Pasaran Asam Labih Bagus Ketimbang Jagung dan Kacang Hijau
ilustrasi
Buah Asam Jawa

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Teni Jenahas

POS KUPANG.COM, BETUN---Setiap musim panen asam, para pedagang atau tengkulak masuk keluar kampung di Kabupaten Malaka untuk mencari asam. Harga asam di Malaka saat ini Rp 5.000 per kilogram.

Sejumlah warga menilai pasaran buah asam lebih bagus ketimbang jagung dan kacang hijau. Meski harga asam lebih rendah dari harga jagung dan kacang hijau namun pasaran asam masih lebih bagus.

Baca: Baru Satu Desa Dapat Program Listrik Masuk Desa di Cibal Barat Baru!

Baca: Maju Caleg! Bupati Manggarai Timur Yoseph Tote Resmi Ajukan Pengunduran Diri

Warga Weliman, Yakobus Taek mengatakan hal itu kepada Pos Kupang.Com, Senin (10/9/2018).

Menurut Taek, para pedagang mencari asam langsung di tempat atau di kampung-kampung yang dilakukan setiap hari. Kemudian, tingkat pembelian asam tidak terbatas. Artinya, pedagang siap membeli semua asam yang ada di tingkat petani.

Sedangkan, pasaran jagung dan kacang hijau tidak demikian. Pedagang jarang mencari jagung dan kacang hijau seperti pola mencari asam.

Pedagang jagung dan kacang hijau cenderung pasif. Petani yang hendak menjual jagung dan kacang hijau mesti ke pasar atau ke toko penerima hasil bumi yang ada di kota kabupaten. Itu pun jumlahnya terbatas atau tergatung pada kebutuhan konsumen. Harganya juga fluktatfi tergantung selera pembeli.

Hal senada dikatakan Yohanes Seran dan Bergita Klau. Mereka mengatakan, harga asam saat ini Rp 5.000 per kilogram. Meski harga demikian, petani senang karena pedagang langsung datang mencari di tempat. Petani tidak perlu menyiapkan waktu khusus dan uang transportasi untuk menjual asam di kota.

"Biar murah tapi mereka datang beli di sini. Kita tidak perlu jalan sampai di Betun sana untuk jual asam," kata Yohanes Seran.

Kristina Hoar mengatakan, setiap hari ia mengumpulkan asam yang jatuh di halaman rumahnya sekitar dua sampai tiga kilogram. Setelah asam dikupas langsung dijual kepada pembeli.

Beberapa pedagang yang ditemui Pos Kupang.Com, Senin (10/9/2018) mengatakan, harga asam masih stabil Rp 5.000 per kilogram. Mereka mencari asam setiap hari di kampung-kampung menggunakan kendaraan roda empat jenis pikap. Asam yang dibeli itu akan dijual ke Atambua, Kabupaten Belu. (*)

Penulis: Teni Jenahas
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved