Berita Kabupaten Sumba Timur

Cegah Seks Bebas di Kalangan Pelajar! GPAA NTT Gelar Doa Pelajar di Sumba Timur

Komunitas Generasi Penggerak Amanat Agung (GPAA) NTT melaksanakan seminar pendidikan bagi guru SMP, SMA dan SMK di wilayah Waingapu

Cegah Seks Bebas di Kalangan Pelajar! GPAA NTT Gelar Doa Pelajar di Sumba Timur
pos kupang.com, robert ropo
Para siswa sedang mengikuti doa pelajar. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU-----Pihak Komunitas Generasi Penggerak Amanat
Agung (GPAA) NTT melaksanakan seminar pendidikan bagi guru-guru SMP, SMA dan SMK di wilayah Kota Waingapu dan sekitarnya.

Kegiatan yang itu berlangsung di Aula Gedung Umbu Tipuk Marisi Kota Waingapu, Senin (10/9/2018) pagi.

Baca: Pembangunan Taman Tirosa, Obed Kadji: Ada Mis Komunikasi

Baca: Calon TKI asal Belu Dicekal di Bandara El Tari Kupang

Baca: Puncak Festival 3 Gunung Tinggal Dua Pekan Lagi

Hadir dalam kegiatan Seminar itu selain dari para pengurus dan anggota GPAA NTT, juga hadir sekitar 50 lebih para guru. Sebagai pemateri dalam seminar itu Ketua GPAA NTT Maksem Lete,S.Pd.,M.Pd dengan membawakan materi 'Implementasi K-13 dalam menjawab tantangan Abad 21'.

Selain itu, GPAA NTT juga menggelar doa Bagi Pelajar Se-Kabupaten Sumba Timur. Kegiatan itu berlangsung di Gereja Kristen Sumba (GKS) Umamapu Kelurahan Kambajawa, Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Senin (10/9/2018) pagi.

Kegiatan itu dibuka oleh Sekertaris Dinas Pendidikan Sumba Timur Ruben Ngulindima, S.Sos.,M.M yang juga sebagai pemateri tentang dampak negatif dan positif dari media sosial bahaya buli bagi pelajar. hadir juga dalam kegiatan itu Dewan Pembina GPAA NTT, EV.Yeskiel Lanmai, S.Sos.,M.M, para pengurus dan panitia GPAA NTT serta ratusan para siswa SMP dan SMA/SMK di Kabupaten Sumba Timur.

Ketua GPAA NTT Maksem Lete,S.Pd.,M.Pd kepada POS-KUPANG.COM, usai kegiatan itu menjelaskan untuk seminar pendidikan tersebut dengan tujuan untuk para guru bisa beradaptasi dengan kurikulum yang terus berubah dari waktu ke Waktu.

"Dengan harapan setelah mereka mengikuti seminar ini mereka bisa merancang sistem K-13 itu dengan baik, kemudian pembuatan RPP untuk saat ini dia harus terintegrasi dengan kecakapan hidup abad 21. Nah dalam kecakapan hidup abad 21 ada empat hal yakni Literasi, 4C, TPK dan Hots ini dituntut kepada para guru untuk menerapkam dengan baik,"kata Maksem.

Maksem juga menjelaskan, sementara untuk doa pelajar tersebut GPPA melihat fenomena sekarang di tingkat pelajar itu terlibat dalam seks bebas dan hamil di luar nikah itu meningkat secara tajam.

"Makanya kita bantu diawal semester ini untuk mempersiapkan mereka di awal tahun ajaran ini untuk mengawalinya dengan Tuhan, sehingga mereka benar-benar menyerahkan dan mempertaruhkan masa depan mereka dalam tangan Tuhan dengan harapan mereka menjadi pemimpin yang luar biasa,"ungkap Maksem.

Maksem juga mengatakan dalam kegiatan itu pulah selain diberikan kepada para pelajar materi tentang dampak negatif dan positif dari media sosial bahaya bully bagi pelajar, dan juga materi tentang pandangan love sexs Editing dalam pandangan dunia Alkitab dan dunia medis.

"Jadi diajarkan bagaimana pacaran yang sehat, kapan usia yang tepat untuk melakukan hubungan sex. Sementara dari bahaya medis akan dibicarakan tentang bagaimana hamil dini dan pergaulan sex bebas itu dampaknya seperti apa. Jadi tujuan kita laksanakan doa pelajar ini agar pelajar bisa mengelola diri dengan baik ke depan"jelas Maksem.

Kata Maksem materi tentang pandangan love sexs Editing dalam pandangan dunia Alkitab dibawakan oleh Dewan Pembina GPAA NTT, EV.Yeskiel Lanmai, S.Sos.,M.M dan pandangan dalam dunia medis dibawakan oleh Dokter Christofel Hapat. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved