Berita Tahun Baru Islam

Bolehkah Perayaan Tahun Baru Islam? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad

Bolehkah Perayaan Tahun Baru Islam? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad. Hukum Merayakan Tahun Baru Islam.

Bolehkah Perayaan Tahun Baru Islam? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad
Bolehkah Perayaan Tahun Baru Islam? Begini Penjelasan Ustadz Abdul Somad 

Sedangkan pengertian bid'ah untuk hal adat, yaitu suatu jalan dalam agama yang dibuat-buat (tanpa ada dalil, pen) dan menyerupai syari’at (ajaran Islam), yang dimaksudkan ketika melakukan (adat tersebut) adalah sebagaimana niat ketika menjalani syari’at (yaitu untuk mendekatkan diri pada Allah). (Al I’tishom, 1/26, Asy Syamilah).

Kembali pada peringatan Tahun Baru Islam 1 Muharram, apakah bi'ah?

Bukannya kalender hijriah baru ada di zaman Khalifah Umar Radhiyallahu'anhu?

Terkait hal tersebut, Ustaz Abdul Somad punya penjelasan.

Dalam sebuah ceramahnya, Ustaz Abdul Somad menjelaskan, saat ini banyak orang yang terjebak dalam label atau penamaan.

"Orang sekarang terjebak pada label atau nama. Peringatan 1 Muharram tidak boleh, bid'ah, dolalah, neraka. Buang kata peringatan itu. Buat apa? Ngaji Muharram, ngaji, hijrah." kata Ustaz Abdul Somad.

"Peringatan Maulid Nabi tak boleh, bid'ah. Oke. Kita lihat baligo besar, tulisannya 'ngaji siroh sejarah nabi'. Isinya itu-itu juga. isinya baca quran, kata sambutan, pengajian, tanya jawab, selesai," ujarnya.

Menurut Ustaz Abdul Somad, hendaknya orang-orang tidak terjebak pada nama, seperti yang selama ini banyak terjadi.

"Maulid Nabi, Isra Mi'raj, Nuzulul Quran, Tahun Baru Hijriah, halal bihalal, tak usah terjebak pada nama. Buang kata peringatan, ganti ngaji," ujarnya.

"Ngaji hijriyah, ngaji lahir nabi, ngaji Isra Mi'raj, ngaji Nuzulul Quran," kata ustaz yang akrab disapa UAS itu.

Halaman
1234
Editor: Bebet I Hidayat
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved