Berita Kabupaten TTS

Araksi Tuding Adanya Dugaan Korupsi di Tubuh KPU Kabupaten TTS

Araksi Kabupaten TTS, Alfred Baun menuding adanya dugaan korupsi di KPU Kabupaten TTS dalam penyelenggaraan Pilbup TTS 27 Juni lalu.

Araksi Tuding Adanya Dugaan Korupsi di Tubuh KPU Kabupaten TTS
POS-KUPANG.COM/Dion Kota
Ketua aliansi rakyat anti korupsi (Araksi) Kabupaten TTS, Alfred Baun 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Ketua Aliansi rakyat anti korupsi ( Araksi) Kabupaten TTS, Alfred Baun menuding adanya dugaan korupsi di KPU Kabupaten TTS dalam penyelenggaraan Pilbup TTS 27 Juni lalu.

Pasalnya dalam perhitungan suara ulang, ditemukan adanya C1 plano yang ditulis di atas gardus dan karton. Selain itu, kurangnya Bimtek bagi PPK dan PPS diduga sebagai biang kerok carut marutnya penyelenggaraan pesta demokrasi tersebut.

Baca: Markas Polres Kupang Kota Jadi Wilayah Bebas Korupsi

Baca: Ketiadaan Dana! Kejari Ende Belum Limpahkan Kasus Korupsi

" Dalam hasil perhitungan suara ulang sesuai perintah MK ditemukan banyak sekali Kekurang penyelenggara dalam hal ini KPU.

Mulai dari gembok yang ukurannya tidak seragam, C1 KWK yang difoto copy, C1 plano yang menggunakan gardus dan karton hingga adanya formulir C1 KWK yang tidak ditemukan sama sekali.

Hal ini menunjukan jika kinerja KPU Kabupaten TTS jauh dari kata baik. KPU Kabupaten TTS telah mencederai demokrasi di TTS. Suara rakyat dihargai dengan ditulis di atas gardus bekas. Ini jelas menunjukan adanya dugaan korupsi di tubuh KPU Kabupaten TTS, " Tuding Alfred.

Anggaran senilai 45 Miliar sudah digelontorkan Pemkab TTS untuk KPU Kabupaten TTS dan Bawaslu Kabupaten TTS dalam menyelenggarakan Pilbup yang bermartabat. Namun kenyataannya, terlalu banyak Kekurang yang ditemukan.

Mirisnya lagi, Komisioner dan PPK saling Tuding sebagai biang kerok kekurangan dalam penyelenggaraan Pilbup TTS. Plh. Yan Ati menyebutkan rendahnya SDM penyelenggara menjadi salah satu faktor penyebab masih ditemukannya Kekurangan dalam penyelenggaraan Pilbup TTS.

Sedangkan PPK, membantah tudingan tersebut.

" Saya curiga jika penggunaan anggaran tidak sesuai dengan item program kegiatan. Seharusnya, jika SDM nya lemah, perbanyak di Bimtek, lalu ini kenapa Bimteknya cuma sekali. Belum lagi C1 plano dan C1 KWK yang kurang sehingga harus ditulis di atas gardus atau difoto copy. Padahal anggarannya sudah sangat besar, tetapi kenapa logistik bisa kurang," ungkap Alfred kepada pos kupang, Senin (10/9/2018) pagi.

Plh. Ketua KPU Kabupaten TTS, Yan Ati yang dikonfirmasi terkait tudingan Araksi tersebut menanggapinya dengan dingin. Dirinya meminta Araksi untuk membuktikan tudingannya tersebut. Jika tidak, maka Araksi harus meminta maaf.

" Jika masih ada kekurangan dalam penyelenggaraan Pilbup TTS itu kami akui dan kami minta maaf kepada semua komponen atas kekurangan tersebut. Namun jika dituding melakukan korupsi, kami minta araksi untuk buktikan," ujarnya singkat. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved