Berita Kabupaten Ngada

Topografi Berbukit Ngada Rawan Bencana Alam baik Longsor, Gempa Bumi dan Kekeringan

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada menggelar Workshop sosialisasi Rencana Penanggulangan Bencana tahun 2018

Topografi Berbukit Ngada Rawan Bencana Alam baik Longsor, Gempa Bumi dan Kekeringan
istimewa
Para peserta Workshop pose bersama usai kegiatan di Aula BP Litbang Kabupaten Ngada, Kamis (6/9/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | BAJAWA -- Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngada menggelar kegiatan Workshop sosialisasi Rencana Penanggulangan Bencana (RPB) tahun 2018 tingkat Kabupaten Ngada.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Hironimus Reba Watu didampingi Dandim Ngada I Made Putra Suartawan serta Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Ngada Elen Watu Djawa yang dilaksanakan di aula Kantor BP Litbang Kabupaten Ngada.

Baca: Demi Kepentingan Organisasi Maju ke Depan GPAA NTT Gelar Kongres di Sumba Timur

Baca: Telan Dana Rp 350 Juta! Pemerintah Desa Riangduli Rampungkan Stadion Sepak Bola

Siaran pers yang diterima POS KUPANG.COM, Sabtu (8/9/2018) menyebutkan, kegiatan itu digelar, Kamis (6/9/2018) di Aual Kantor BP Litbang Kabupaten Ngada.

Kegiatan tersebut diikuti sejumlah Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, unsur tokoh masyarakat juga tokoh agama.

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Ngada Hironimus Reba Watu dalam sambutan ketika membuka kegiatan tersebut mengatakan Kabupaten Ngada merupakan daerah yang memiliki potensi bencana yang sangat rentan.

Kondisi Kabupaten Ngada bisa terjadi bencana alam dengan topografi yang berbukit bukit serta padang yang luas rawan longsor, gempa bumi, kekeringan juga banjir sehingga harus dipersiapkan secara dini bagaimana langkah-langkah yang harus diambil untuk meminimalisir antisipasi terhadap kejadian-kejadian yang bakal akan terjadi yang mengancam kehidupan.

"Siapa yang tahu tentang hal-hal yang akan mengancam kehidupan kita. Dia seperti pencuri datang tengah malam kita lagi tidur enak. Tidak pernah memberi tahu lebih dulu bahwa akan datang bencana oleh karena itu kita sudah mengambil langkah yang strategis," ungkap Hironimus.

Kegiatan yang menghadirkan Sigit dan Mono selaku pemateri dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana tersebut menurut Hironimus, supaya dapat berbicara tentang semua jenis bencana yang berpoten terjadi di Ngada sehingga dapat mempersiapkan terutama penanggulangan bencana.

Diungkapkannya perlu ada pelatihan yang direncanakan secara baik sehingga pada saatnya dapat menyiapkan diri juga berperan dengan benar untuk membantu bila terjadi bencana.

Halaman
12
Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved