Berita Kabupaten Sumba Timur

Mariana Minta Bangun Gedung Kelas Paralel Matawai Pandangu Sumba Timur

sekolah kelas paralel itu tempat belajar dari siswa kelas 1 dan kelas 2 serta siswa Paud bagi anak-anak di desa tersebut,

Mariana Minta Bangun Gedung Kelas Paralel Matawai Pandangu Sumba Timur
pos kupang.com, robert ropo
Para siswa sedang mengikuti kegiatan belajar mengajar di gedung SDM Mbatapuhu kelas Paralel Matawai Pandangu 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU------Terkait dengan kondisi gedung SDM Mbatapuhu kelas Paralel Matawai Pandangu, di Kecamatan Haharu, Kabupaten Sumba Timur yang tidak layak karena hanya terbuat dari atap alang-alang, dinding gedek yang belobang, dan lantainya hanya beralaskan tanah.

Kepala sekolah (Kepsek) SDM Mbatapuhu Mariana Dembu Tamar meminta perhatian serius dari berbagai pihak baik dari Pemerintah Desa setempat, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah Kabupaten Sumba Timur dan pihak lainya memiliki kepedulian terhadap pendidikan.

Mariana menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (9/9/2018).

Mariana mengatakan, sekolah kelas paralel itu untuk tempat belajar dari siswa kelas 1 dan kelas 2 serta siswa Paud bagi anak-anak di Desa tersebut, sebab selama ini anak-anak dari desa tersebut hendak bersekolah di SDM Mbatapuhu di Desa Mbatapuhu dengan jarak yang begitu jauh mencapai 6 Kilometer.

Mariana juga mengaku, bukan hanya bangunan saja yang kurang layak, namun juga fasilitasdan sarana-prasarana lain untuk menunjang kepentingan sekolah itu juga masih sangat kurang, bahakan ada yang belum ada sama sekali.

Penjabat kepala Desa Persiapan Matawai Pandangu Stefanus Panda Huki juga menyampaikan hal yang sama.

Stefanus mengatakan dibukanya sekolah kelas paralel di Matawai Pandangu karena sebelunnya anak-anak dari Matawai Pandangu bersekolah di Mbatapuhu dengan jarak sekitar 6 Kilometer dengan berjalan kaki, akibatnya banyak anak yang tidak mampu pergi sekolah dan memilih untuk kembali pulang karena lelah apalagi topografi jalan juga mendaki dan menurun dengan cuaca panas terik.

Kata dia, oleh karena itu berangkat dari nol Pemdes Persiapan bersama masyarakat mengusulkannya, sehingga dari dinas Pendidikan menyuruh untuk dibuka untuk kelas paralel tersebut.

"Kita ini desa persiapan, maka tentu kita tidak mempunyai anggaran dana, kita kerja sekolah ini juga secara sukarela dan swadaya dari masyarakat dan orang tua,"ungkap Stefanus.

Sementara itu, Camat Haharu Jacob Jeffry Supusepa kepada POS-KUPANG.Com, mengatakan pemerintah daerah tentu sangat memperhatikan pembangun sekolah kelas paralel itu, namun semuanya membutuhkan dana, sementara dana pemerintah daerah tidak cukup.

"Jasi Pemda pasti tetap memperhatikan pembangunan sekolah itu, Pemda ingin membangun fasilitas dan sarana prasaran lengkap demi kemajuan pendidikan anak-anak bangsa, namun semuanya tergantung anggaran dan akan dibangun secara bertahap,"ungkap Jeffry. (*)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved