Berita Kabupaten Kupang

KM Timau Tidak Beroperasi karena Surat Sudah Mati

KM Timau yang pengelolaannya ditangani Perusahaan Daerah Kelautan selama ini tidak beroperasi karena s-surat kapal sudah mati.

KM Timau Tidak Beroperasi karena Surat Sudah Mati
POS KUPANG.COM/EDI HAYONG
Kapal KM Timau berlabuh di Pantai Hansisi, Pulau Semau. 

 Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Edi Hayong

POS KUPANG.COM I OELAMASI-------Kapal Motor (KM) Timau yang pengelolaannya ditangani Perusahaan Daerah (PD) Kelautan selama ini tidak beroperasi karena surat-surat kapal sudah mati.

Perusahaan sudah melaporkan persoalan ini kepada Pemerintah Kabupaten Kupang namun tidak mendapat respon hingga kapal tersebut berlabuh saja di Pantai Hansisi, Pulau Semau.

Baca: 10 Penyuluh dari BBPP Kupang Identifikasi Potensi di Mata Air

Baca: Dandim 1625/Ngada Apresiasi Kerja Petani Di Desa Ngabeo

Mantan Pelaksana Tugas (Plt) PD Kelautan, Jhon Tunbonat kepada wartawan, Sabtu (8/9/2018) menuturkan, sebelum Perusahaan Daerah ( PD ) Kelautan yang mengelola Kapal Motor Timau itu dibekukan pemanfaatannya sebagai sarana transportasi laut pengangkut Bahan Bakar Minyak ( BBM ) tahun 2016 lalu oleh pemerintah dan DPRD Kabupaten Kupang,

ternyata, alasan utama KM.Timau tidak bisa beroperasi karena surat – surat kapal itu sudah mati.

Ketika dirinya menjabat Plt. PD Kelautan, sempat dibangun komunikasi dengan pemerintah daerah sebagai pemilik KM Timau.

Komunikasi terutama kepada Bupati Kupang, Ayub Titu Eki, karena saat itu, ada beberapa perusahaan daerah tidak berjalan sehingga pihaknya juga melaporkan persoalan di PD Kelautan mengenai keberadaan KM Timau yang tidak bisa beroperasi.

"Waktu itu saya jabat Plt PD Kelautan memang kapal itu sudah tidak beroperasi. Soal pemanfaatan KM. Timau yang saya tahu kapal itu hanya berlabuh saja di Pantai Hansisi Semau.

KM Timau itu kapal yang digunakan sebagai pengangkut bahan bakar minyak. Selama itu pihaknya tidak pernah mendapat kucuran anggaran penyertaan modal termasuk soal naik doking ke Makasar," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapal Motor (KM) Timau yang selama ini melayani pelayaran di perairan Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini dibiarkan merana menjadi besi tua di kawasan Pulau Semau.Pemerintah Kabupaten Kupang diharapkan segera mengambil langkah sesuai regulasi sehingga kapal itu tidak dibiarkan tanpa terurus dan akhirnya rusak total.

Ketua DPRD Kabupaten Kupang, Yoseph Lede, kepada Pos Kupang, Senin (19/2/2018), menjelaskan, KM Timau yang dikelola Perusahaan Daerah (PD) Kelautan itu sejak Desember 2017 hanya dibiarkan merana di seputaran wilayah Pulau Semau.

Kapal tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Kupang tetapi saat ini tidak berfungsi secara baik. Kondisi ini menunjukkan pemerintah dengan sengala melakukan pembiaran.

"Saya sudah lihat langsung KM Timau waktu ke Semau. Kapalnya dibiarkan begitu saja di pantai. Ini kan terkesan ada pembiaran. Kalau tidak bisa difungsikan lagi maka pemerintah mencari regulasi apakah dijual atau dilelang, tinggal pemerintah ambil langkah konkrit. Kapal itu dihadirkan untuk melayani masyarakat di daerah ini dan kalau seperti ini siapa yang bertanggung jawab," katanya.

Menurut Lede, untuk operasional kapal tersebut selama ini, pasti ada penyertaan modal dari pemerintah. Saat ini kondisi kapal jika masih layak digunakan maka harus dicarikan solusi, sehingga tidak dibiarkan dipukul ombak, lama kelamaan tenggelam ke dasar laut, tentu yang rugi adalah daerah ini. (*)

 

Penulis: Edy Hayong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help