Berita Kabupaten TTS

Dua Saksi Paslon Tolak Tandatangi Berita Acara Perhitungan Suara Ulang Pilbup TTS

Dua saksi paslon dari paket Lakapu-Mella dan Naitboho-Kase kasih menolak menandatangi berita acara perhitungan suara ulang Pilbup TTS

Dua Saksi Paslon Tolak Tandatangi Berita Acara Perhitungan Suara Ulang Pilbup TTS
pos kupang.com, dion kota
Pleno penandatanganan berita acara perhitungan suara ulang Pilbup TTS di kantor sekertariat KPU Kabupaten TTS 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Dua saksi paslon dari paket Lakapu-Mella dan Naitboho-Kase kasih menolak menandatangi berita acara perhitungan suara ulang Pilbup TTS, Sabtu ( 8/9/2018) malam.

Saksi paslon Lakapu-Mella, Deri Taibenu menolak menandatangi berita acara lantaran KPU Kabupaten TTS tidak taat pada tatib yang dibuat sendiri. Sesuai tatib, proses perhitungan suara ulang berlangsung mulai pukul 08.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita.

Baca: Tinggi Gelombang di Perairan di NTT Hari Ini Capai 3,0 Meter

Baca: KM Timau Tidak Beroperasi karena Surat Sudah Mati

Namun kenyataannya, hingga pukul 19.00 Wita KPU belum melakukan penandatanganan berita acara perhitungan ulang Pilbup TTS.

" Dengan berat hati saya menolak untuk menandatangi berita acara perhitungan suara ulang Pilbup TTS karena sudah lewat dari waktu yang termuat dalam tatib yang dibuat sendiri oleh KPU dan Bawaslu Kabupaten TTS.

Pasalnya, jika kami paslon datang terlambat 5 menit saja, kami langsung diusir dan tidak diperkenankan untuk mengikuti perhitungan suara ulang Pilbup TTS. Maka malam ini karena sudah lewat dari waktu yang ditentukan dalam tatib saya menolak menandatangi berita acara tersebut," ungkap Deri dengan nada kesal.

Sedikit berbeda dengan Deri, Cawabup TTS, Alex Kase langsung memerintahkan para saksinya untuk tidak menandatangi berita acara karena dua alasan.

Pertama, Alex keberatan menandatangi berita acara lantaran waktu yang ditentukan sesuai tatib sudah lewat dan kedua, Alex Kase enggan meminta para saksinya untuk menandatangi karena belum semua lampiran berita acara perhitungan suara ulang Pilbup TTS dibaca para saksi.

" Kalau kami terlambat empat menit saja, kami langsung diusir. Kalau KPU molor sampai satu jam lebih, tidak ada sanksi apa-apa.

Ini diskriminasi karena aturan hanya berlaku tegak untuk kami, tetapi untuk KPU berlaku miring. Kami belum membaca secara keseluruhan lampiran berita acaranya, tetapi kami diminta untuk tandatangan ini yang kami keberatan," ujarnya dengan nada kesal.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved