Berita NTT

Danrem 161 Wira Sakti Sebut Parlemen Timor Leste Memutar Balikan Fakta soal Perbatasan

Danrem 161 Wira Sakti geram dengan tuduhan parlemen Timor Leste terkait wilayah batas. Pasalnya, dikutib media harian Timor Leste

Danrem 161 Wira Sakti Sebut Parlemen Timor Leste Memutar Balikan Fakta soal Perbatasan
istimewa
wilayah batas RI -RDTL yang diributkan oleh anggota parlemen Timor Leste sedang dijaga anggota satgas Pamtas RI-RDTL sektor barat 

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, KEFA - Danrem 161/ Wira Sakti Kupang, Brigjen TNI Teguh Muji Angkasa, S.E,M.M geram dengan tuduhan parlemen Timor Leste terkait wilayah batas. Pasalnya, dikutib dari media harian Timor Leste pada 7 September 2018 lalu, anggota Komisi VIII Parlemen Nasional bidang Pertahanan dan Kerjasama Luar Negeri, David

Diaz Ximenes menyatakan bahwa warga desa Manusasi , Kecamatan Eban, Kabupaten Kefamenanu , Indonesia dituduh telah melakukan pelanggaran perbatasan di wilayah Timor Leste, dikarenakan tanah tersebut. Brigjen Teguh dengan tegas mengatakan tuduhan tersebut tidak benar.

Baca: Gedung RSUD Lewoleba Telan Rp 11,2 Miliar

Hal tersebut diungkapkannya melalui siaran pers yang diterima dari pos kupang, Minggu (9/9/2018).‎ Brigjen Teguh menjelaskan, sebagaimana dilansir dari media setempat dikatakan,

Baca: Harga Bawang di Lembata Melorot Drastis

bahwa sebagai warga Timor, David Diaz Ximenes mengaku, sangat menyesali sikap warga Kefamenanu, Indonesia yang masuk membersihkan rumput di daerah setempat untuk berladang, walaupun mereka melihat dan mengetahui tanda batas didaerah tersebut, namun tetap tidak menghiraukan.

Warga sebelah dari desa manusasi masuk ke wilayah kita RDTL dan membersihkan rumput untuk berladang di sebuah tempat yang bernama Oelnasi. Menurutnya bahwa hal ini sangat disesali karena melanggar tanda batas. Selain di Desa Manusasi, Diaz juga menuding pelanggaran serupa juga terjadi di wilayah Naktuka ‎‎

" Saya tegaskan tudingan tersebut tidak benar. Kejadian yang sebenarnya tidak seperti itu, bahkan pernyataan dari David Diaz Ximenes adalah pemutar balikan fakta , sekali lagi pemutar balikan fakta dari hal yang sebenarnya terjadi di lapangan saat ini," tegasnya.

Terkait status lahan atau tanah di perbatasan RI-RDTL ‎di Desa Manusasi dan Naktuka, Brigjen Teguh mengatakan, ‎di areal perbatasan RI-RDTL terdapat masalah yang belum diselesaikan oleh kedua negara yakni daerah Unresolved segment dan Unsurveyed segment.

Dalam kasus sekarang di desa Manusasi dan desa Naktuka berada di wilayah Unresolved segment ( batas yang belum disepakati/belum diputuskan garis batasnya oleh kedua negara) artinya daerah masih bersengketa, jadi berdasarkan hukum internasional daerah tersebut berstatus quo.‎

" Wilayah desa Manusasi di daerah sengketa yang luasnya 142,7 ha telah dibagi menjadi 3 zone yakni Zone/daerah sengketa I (satu) berada di dekat pos TNI (RI) , zone/daerah sengketa II (dua) berada di tengah dan sedangkan pada zone/daerah sengketa III (tiga) berada di dekat pos UPF (RDTL)," bebernya.

Halaman
12
Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help