Berita Kabupaten Sumba Timur

Burung Disita Petugas Taman Nasional! Tiga Pelaku Terancam Hukuman Administrasi

Hasil koordinasi dengan Balai Taman Nasioanal Matalawa Waingapu, Dinas Karantina dan Kejaksaan perbuatan pelaku DDL dan M dapat di

Burung  Disita Petugas Taman Nasional!  Tiga Pelaku  Terancam Hukuman Administrasi
pos kupang.com, robert ropo
Burung yang di dalam gardus disita dari tangan pelaku TSL. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | WAINGAPU---Hasil koordinasi dengan Balai Taman Nasioanal Matalawa Waingapu, Dinas Karantina dan Kejaksaan bahwa perbuatan pelaku DDL dan M dapat di kenakan hukuman administrasi dengan cara membuat surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.

Pelaku DDL dan M terancam hukuman administrasi karena terbukti melakukan Perdagangan Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL) 526 ekor burung Branjangan (Mirafra javanica) dan 24 ekor burung Decu Belang (Saxicola caprata).

Baca: Cabor Shorinji Kempo Lakukan Penimbangan Atlet

Baca: Berjudi, Tiga Pejabat Manggarai Ditangkap! Kuasa Hukum Angkat Bicara

Kapolres Sumba Timur AKBP.Victor MT.Silalahi,SH.,MH menyampaikan itu melalui Kasubag Humas Polres Sumba Timur Iptu I Made Murja kepada POS-KUPANG.COM, Minggu (9/9/2018).

Made Murja mengatakan, sesuai keterangan yang disampaikan oleh Kasat Polhut Taman Nasional Matalawa, Agung Nugrah bahwa Peredaran perdagangan satwa liar di Pulau Sumba sangat sulit terdeteksi karena dilakukan pada malam hari. Dimana pelaku biasanya menggunakan mobil-mobil pribadi sehingga kerap luput dari pengawasan petugas.

Kata Made Murja, saat pelaku diamankan Petugas Brimob Den A Pelopor langsung meneruskan informasi tersebut ke Polisi Kehutanan (Polhut) TN Matalawa, dan petugas bersama tim dan Unit Tipidter Satreskrim Polres Sumba Timur langsung menuju lokasi untuk mengumpulkan keterangan dan identifikasi.

 Kata Made Murja saat dilakukan pemeriksaan, pelaku yang hendak memperdagangkan satwa liar itu, tanpa dilengkapi Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa – Dalam Negeri (SATS DN), sehingga pelaku melanggar surat Bupati Sumba Timur tanggal 24 Juli 2017 tentang Larangan Penangkapan dan Penembakan Burung Branjangan Jawa (Mirafra javanica) dan burung-burung lainnya. (*)


Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Belitung
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved