Berita Kabupaten Lembata

Bupati Minta Jaga Mutu Bawang

Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur meminta petani bawang menjaga mutu bawang. Menjaga mutu bawang mulai dilakukan sejak tanaman

Bupati Minta Jaga Mutu Bawang
pos kupang.com, frans krowin
Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur saat panen bawabg di Desa Tanatreket, Jumat (7/8/2018). 

Laporan Wartawan Pos Kupang.Com, Frans Krowin

POS KUPANG.COM, LEWOLEBA -- Bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur meminta petani bawang agar menjaga mutu bawang. Menjaga mutu bawang itu mulai dilakukan sejak tanaman itu tumbuh, saat proses produksi hingga bawang dipanen.

Pesan Bupati Lembata itu disampaikan ketika ditemui Pos Kupang.Com, di Lewoleba, Minggu (9/9/2018). Ia mengemukalan hal tersebut menyusul makin banyaknya masyarakat Lembata mengembangkan bawang merah pada lahannya masing-masing.

Baca: Harga Bawang di Lembata Melorot Drastis

Baca: Telan Dana Rp 350 Juta! Pemerintah Desa Riangduli Rampungkan Stadion Sepak Bola

Dikatakannya, selama ini penduduk Lembata senantiasa bergantung pada bawang merah yang dipasok dari luar daerah. Bawang itu didatangkan dari Bima, NTB juga daerah lain seperti Sabu Raijua dan dari Rote. Padahal, Lembata juga punya potensi besar bagi budidaya jenis tanaman tersebut.

Berangkat dari potensi yang ada itu, katanya, maka tahun ini pemerintah meluncurkan program penanaman bawang merah, cabai dan jagung yang dikemas dalam program T-Cabang. Baru satu dua bulan berjalan, program itu kini membawa hasil nyata. Petani memanen bawang merah dslam jumlah yang cukup banyak.

Pada panenan perdana bawang merah di atas lahan 1,7 hektare di Desa Tanatreket, Kecamatan Lebatukan, misalnya, volume panenan hampir mencapai 30 ton bawang merah. Jumlah itu tentunya cukup banyak karena selama ini lahan tersebut sama sekali tidak diolah.

Tentang kuaitas bawang, Bupati Sunur mengatakan, selama ini, mutu bawang yang dipasok dari luar, cukup baik. Bawangnya bagus-bagus. Tapi jika dibandingkan dengan bawang Lembata yang mulai diproduksi tahun ini, hasil yang diperoleh malah jauh lebih bagus. Siungnya besar-besar dengan warna kulitnya cerah, bersih.

Ia meminta agar semua pihak yang kini sedang membudidayakan jenis tanaman ini, senantiasa memperhatikan mutu komoditi tersebut. Bila mutu bawang selalu dijaga, maka mutu komoditas tersebut tentunya menjadi salah satu ciri daerah ini.

"Itu artinya kita harus selalu menjaga produk yang dihasilkan daerah ini. Kalau mutu selalu dijaga maka hal tersebut akan berdampak pada harga. Harga jualnya pasti lebih mahal sehingga petani tentu akan memperoleh pendapatan yang lebih baik," ujar Bupati Sunur. (*)

Penulis: Frans Krowin
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved