Berita Kabupaten Nagekeo

Alfred Kaget Ada Razia Gabungan Soal SKKH Di Mbay

Beberapa pedagang ternak di Kota Mbay mengaku kaget saat ada razia gabungan soal Surat Keterangan Kesehatan Hewan di Kota Mbay,

Alfred Kaget Ada Razia Gabungan Soal SKKH Di Mbay
pos kupang.com, gordy donofan
Petugas dari Dinas Peternakan Nagekeo saat razia SKKH di Pasar Danga, Sabtu (8/9/2018). 

Laporan Reporter POS KUPANG.COM, Gordi Donofan

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Beberapa pedagang ternak di Kota Mbay mengaku kaget saat ada razia gabungan soal Surat Keterangan Kesehatan Hewan di Kota Mbay, Sabtu (8/9/2018).

Mereka mengaku tidak mendengar ada informasi soal razia oleh petugas gabungan. Petugas gabungan itu adalah Dinas Peternakan Nagekeo, Aparat TNI, Polri dan Sat Pol PP Nagekeo.

Baca: Kelompok Tani Rada Danga di Bajawa Panen Perdana Kacang Kedelai

Baca: Terungkap, Ternyata ini Penyebab Pangeran Charles & Putri Diana Bercerai: Sakit Hati?

Mereka melakukan razia terhadap pemilik dan angkutan yang mengangkut ternak tujuan dari luar menuju Mbay dan dari Mbay ke luar daerah lain.

Jika tidak memiliki surat resmi langsung diurus dinas Peternakan setempat.

Administrasi pembuatan surat keterangan kesehatan hewan diantaranya, hewan besar seperti sapi, kerbau, 15.000 rupiah per ekor, hewan kecil seperti, kambing, anjing, domba, babi :10.000 rupiah per ekor, hewan unggas seperti, ayam, bebek 200 rupiah per ekor.

Hal ini dilakukan sesuai dengan keputusan bupati nagekep nomor/230/KEP/HK/2018 tentang Pembentukan Tim Pengawasan Lalu Lintas Hewan Antar Pulau dan Daerah.

"Saya kaget tadi pas lewat ternyata ada razia. Saya mau urus SKKH sekarang. Karena saya mau hantar ayam ke Bajawa," ujar Afred Niwa, penjual ternak di Pasar Danga, kepada POS KUPANG.COM.

Ia mengatakan dirinya harus urus surat itu agar tidak menjadi kendala saat hendak menuju Kabupaten lain.

"Saya senang karena bisa resmi pengiriman ternak ke daerah lain. Sehingga ada halangan saat mengirim ternak untuk jual, mau ke Ende atau ke Bajawa," papar Alfred.

Penjual lain, Berfo Meus (29) mengaku razia yang dilakukan sangat bagus dan perlu ditingkatkan. Karena orang mengirim hewan ternak untuk dijual tidak saja hari pasar tapi dihari-hari lain juga.

"Usul saja kalau bisa setiap hari ada razia. Agar semuanya tertib. Tapi kalau hanya hari Pasar setiap Sabtu agak susah," papar Berfo.

Pantauan POS KUPANG.COM, beberapa pedagang ternak tampak mengurus surat di petugas Dinas Peternakan.

Beberapa petugas tampak menyampaikan kepada warga soal ketertiban mengurus surat-surat resmi saat mengirim atau mendatangkan hewan ternak di Kota Mbay. (*)

Penulis: Gordi Donofan
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

TRIBUNnews.com Network © 2018
About Us
Help