Berita Kabupaten TTS

91 Vikaris Belajar Ilmu Pertanian, Peternakan dan Perikanan

91 Vikaris sejak 3-22 September mendapat pelatihan bidang pertanian, peternakan, perikanan dan tentunya agama di PPMT

91 Vikaris Belajar Ilmu Pertanian, Peternakan dan Perikanan
pos kupang.com, dion kota
para vikaris sedang melakukan praktek pertanian di lokasi PPMT, Soe

Laporan Reporter Pos-kupang.com, Dion Kota

POSKUPANG.COM, SOE – Sebanyak 91 Vikaris sejak 3 September hingga 22 September mendatang mendapat pelatihan di bidang pertanian, peternakan, perikanan dan tentunya agama di Pusat Pelatihan Misi Terpadu ( PPMT), Soe. Para vikaris sengaja dibekali ilmu di bidang pertanian, peternakan dan perikanan agar ke depan jika turun ke masyarakat ilmu yang didapat selama pelatihan bisa dibagikan ke jemaat.

Baca: Cabor Shorinji Kempo Lakukan Penimbangan Atlet

Baca: Danrem 161 Wira Sakti Sebut Parlemen Timor Leste Memutar Balikan Fakta soal Perbatasan

Hal ini diungkapkan, Rohaniwan khusus bidang misi gereja Kristus Yesus, Pdt. Hari Sudjatmiko kepada pos kupang, Sabtu (8/9/2018) pagi. Ia mengatakan, penting bagi para vikaris memiliki keterampilan di bidang pertanian, peternakan dan perikanan agar bisa membantu jemaat keluar dari lingkaran kemiskinan dengan cara membuka usaha sendiri. Ilmu yang didapati harus ditransfer kepada jemaat sehingga para jemaat bisa mandiri. Jika jemaat mandiri dan mapan secara ekonomi tentunya tentunya akan berdampak pada kesejahteraan pendeta tentunya.

" Sasaran ilmu yang didapat selama pelatihan ini sebenarnya adalah para jemaat. Ini merupakan usaha gereja dalam membuat jemaat mandiri dan sejahtera. Jadi pelatihan ini bukan untuk membuat para vikaris menjadi pengusaha, tetapi bagaimana para vikaris memiliki kemampuan untuk membuat para jemaat mandiri dengan membuka unit usaha sendiri," ungkap Pdt. Hari.

Kita disinggung terkait fenomena orang muda yang enggan menjadi petani dan peternak, Pdt. Hari tak menampik hal tersebut. Salah satu penyebab orang muda enggan menjadi petani dan peternak adalah karena presepsi yang salah terkait profesi petani dan peternak. Orang muda beranggapan jika menjadi petani dan peternak tidak memiliki masa depan yang baik.

Padahal, seandainya peternakan dan peternakan dikelola dengan managemen dan penerapan yang moderen, keuntungannya sangat luar biasa. Oleh sebab itu, dalam pelatihan ini para vikaris diajarkan tentang managemen pengelolaan pertanian dan peternakan yang moderen.

Selain itu, untuk menekan biaya produksi, pertanian dan peternakan yang diajarkan dalam pelatihan ini semua berbasis organik.

" Kita ingin membuktikan kepada masyarakat khususnya orang muda jika presepsi terkait profesi petani dan peternakan tidak menjanjikan masa depan adalah salah. Kita ingin buktikan, jika pengelolaan pertanian dan peternakan dilakukan secara moderen dan berbasis organik keuntungannya akan sangat besar," ujarnya.

Tantang mengubah presepsi petenai dan peternakan tidak pux masa depan..padahal, jika mampu dikelola dengan baik, dengan managemen yang baik, hasilnya luar biasa.
Vikaris Nitson Kuman, Yoktan Sanam dan Nani Natosin mengaku senang bisa mendapat ilmu di bidang pertanian dan peternakan.

Menurut mereka, menjadi tantang tersendiri mengajak masyarakat khususnya orang muda untuk menjadi petani dan peternak yang moderen.

Pasalnya, masyarakat khususnya orang muda sudah terlanjur berpresepsi jika profesi petani dan peternak tidak menjanjikan masa depan.

" Ini menjadi tantangan untuk kami untuk mengubah paradigma di masyarakat terkait profesi petani dan peternak yang dianggap tidak menjanjikan masa depan dan pekerjaan kasta rendah.

Padahal, pekerjaan sebagai petani dan peternakan sangat mulia dan menjanjikan keuntungan yang sangat besar. Oleh sebab itu, kita harus memulai untuk memberikan fakta sehingga para jemaat bisa mengikutinya," tegasnya. (*)

Penulis: Dion Kota
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2018 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved